Langgar Hak Paten, Apple Diminta Bayar Rp 24,3 T

Langgar Hak Paten, Apple Diminta Bayar Rp 24,3 T

Pengadilan Jerman mengatakan bahwa Apple menghadapi tuntutan untuk membayar karugian sebesar miliar dolar AS atau setara Rp 24,3 triliun lebih karena melanggar hak paten milik perusahaan asal Negeri Kanselir.

Perusahaan bernama IPCom GmbH menuduh Apple menggunakan patennya yang diterapkan smartphone Apple dalam fitur panggilan darurat di jaringan mobile.

Dilansir WSJ, Kamis 6 Februari, juru bicara IPCom yang didukung pengelola dana Amerika Serikat (AS) Fortress Investments Group LLC, mengatakan, di Jerman saja, perusahaan menaksir kerugian mencapai lebih dari USD2,12 miliar. Belum diketahui apakah ia akan melancarkan gugatan yang sama di luar Jerman.

Juru bicara Apple pun enggan buka suara soal tuntutan ini. Sementara kasus ini ditangani pengadilan Mannheim, yang sekaligus menambah jadwal pertarungan paten perusahaan teknologi itu di meja hijau.

Gugatan IPCom ini dilancarkan setelah Kantor Paten Eropa pada bulan lalu menolak permintaan Apple, Nokia, HTC, Vodafone Group, dan Ericson untuk menyatakan bahwa paten tidak sah.

Di samping Apple, IPCom juga menjerat perusahaan teknologi lain termasuk Nokia. Sama seperti Apple, produsen ponsel asa Finlandia itu enggan buka suara.

Mengikuti perseteruan Apple dengan berbagai pihak memang bisa melelahkan. Apple juga menaruh sengketa dengan Samsung, salah satu perusahaan besar Korea Selatan.

Apple dan Samsung akan kembali berebut hak paten pada persidangan yang akan digelar pada bulan Maret mendatang. Namun, keduanya telah sepakat untuk bertemu di luar pengadilan dalam sesi mediasi yang akan dilakukan sebelum tanggal 19 Februari 2014.

Sebelumnya, Apple menuduh Samsung telah melanggar hak paten miliknya. Dalam dua tahun terakhir, Apple dan Samsung telah berkali-kali berhadapan di pengadilan federal San Jose, California. Juri memutuskan Samsung bersalah dan harus membayar denda sekitar USD 930 juta. (bh/berbagai sumber)