Langgar Hak Paten, Apple Didenda Rp 6,8 Triliun

apple-store

Raksasa teknologi Apple Inc kalah di sebuah pengadilan federal di Texas, Amerika. Juri memerintahkan produsen iPhone tersebut untuk membayar USD 533 juta (Rp 6,8 triliun) atas pelanggaran paten kepada Smartflash. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs ini terbukti bersalah atas tiga pelanggaran paten yang dimiliki oleh Smartflash LLC. Sebelumnya, Smartflash menuntut ganti rugi USD 852 juta.
Setelah berdiskusi selama delapan jam, akhirnya juri memutuskan bahwa Apple menggunakan hak paten Smartflash tanpa seizin Smartflash.Pelanggaran tersebut juga dilakukan dengan kesadaran penuh.
Tuntutan ini bermula pada 2013 lalu. Saat itu, Smartflash LCC menuntut Apple karena menganggap iTunes melanggar paten Smartflash terkait mengakses dan menyimpan lagu, video, dan gim yang sudah diunduh. Tuntutan ini tak serta merta dikabulkan. Butuh waktu lama dan melelahkan sebelum akhirnya para juri mengambil keputusan ini.
Apple mengatakan akan mengajukan banding. Dalam siaran persnya, perusahaan yang baru saja sukses lewat produk iPhone 6 ini mengatakan bahwa dibutuhkan reformasi dalam sistem paten. “Kami menolak membayar kepada perusahaan ini atas hasil kerja keras dan invovasi pegawai kami,” tulis perusahaan.
Kemenangan ini membuat Smartflash LLC makin percaya diri. Pasalnya, perusahaan juga mengajukan tuntutan ke Samsung Electronics, HTC, dan Google. (bst)