Laka Jatim Terbanyak di Nganjuk

Laka Jatim Terbanyak di Nganjuk

Kota Surabaya menempati urutan ke tujuh dalam jumlah kecelakaan (laka) yang terjadi selama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2013. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim, di Surabaya terjadi 20 kecelakaan yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 9 luka berat, dan 13 luka ringan.

Kasubid Pen Mas Polda Jatim Kompol R Bambang TB mengatakan, untuk kota atau kabupaten dengan kasus laka yang terbanyak adalah Kabupaten Nganjuk, disusul Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang. “Berdasarkan data, kecelakaan tersebut banyak diakibatkan karena pemakai jalan tidak menguasai kendaraannya,” katanya, Kamis (12/12/2013).

Sedangkan laka meninggal dunia paling banyak adalah Kabupaten Sidoarjo. Dari 15 kejadian laka yang meninggal dunia ada 8 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 14 orang. Disusul Bangkalan dari 8 kejadian laka 7 meninggal dunia, 6 luka berat dan 7 luka ringan. Sedangkan Gresik dari 16 kejadian laka, 6 meninggal dunia 3 luka berat dan 16 luka ringan.

Operasi Zebra Semeru 2013 sendiri telah berakhir Rabu (11/12/2013) lalu. Dan juga dari data tersebut diperoleh sebanyak 1.616 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jatim jadi pelaku pelanggaran lalu lintas. Jumlah tersebut meningkat di banding tahun lalu dengan priode yang sama sebesar 371 PNS.

Sementara pelanggar terbanyak dilakukan oleh karyawan swasta mencapai 33.414 orang. Jumlah itu meningkat dibanding tahun sebelumnya mencapai 7.039 orang. Selanjutnya untuk pelajar dan mahasiswa mencapai 11.084 orang. Jumlah itu meningkat dibanding tahun 2012 mencapai 2.739 orang.

“Total pelaku pelanggaran selama operasi zebra mencapai 50.913 pelaku. Jumlahnya meningkat 340 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara untuk korban tewas sebanyak 89 korban. Jumlah itu menurun dibanding tahun 2012 yang mencapai 114 orang. Untuk luka berat tercatat mencapai 102 orang. Meningkat dibanding tahun 2012 sebesar 103 orang. Kemudian untuk kerugian materiil mencapai Rp655.480.500,-. Nilai itu meningkat 5,33 persen dibanding tahun 2012 sebesar Rp622.336.500,-.

Untuk jenis kendaraan, sepeda motor mendominasi terjadinya kecelakaan mencapai 44.803 kendaraan. Jumlah tersebut meningkat 348 persen dibanding tahun 2012 mencapai 9.980 kendaraan. Disusul dengan mobil penumpang mencapai 3.451 kendaraan meningkat 356 persen mencapai 756 kendaraan.

Kemudian kecelakaan melibatkan mobil barang mencapai 2.355 kendaraan meningkat 227 persen dibanding tahun 2012 yang mencapai 719. “Total kendaraan yang terlibat kecelakaan mencapai 50.913 pada tahun 2013 ini,” jelasnya. (wh)