Lahan Pertanian Jatim Susut 4.227,75 Hektar

Lahan Pertanian Jatim Susut 4.227,75 Hektar
foto:umar alif/enciety.co

Lahan pertanian di Jawa Timur menyusut. Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam kurun waktu 2010 hingga 2014, terjadi penyusutan hingga 4.227,75 hektar.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan penyusutan lahan tersebut cukup signifikan. Dengan berkurangnya lahan pertanian, Jawa Timur berpotensi kehilangan ikon lumbung pertanian atau swasembada beras.

“Kerugiannya sangatlah besar. Dan ini menyebabkan Jatim mengalami penyusutan panen padi,” kata Soekarwo kepada wartawan.

Menurut dia, dari hasil penelitian diketahui penyusutan lahan pertanian disebabkan banyaknya lahan yang beralih fungsi. Mulai pembangunan perumahan, pabrik di lahan pertanian.

Dan juga, dengan berkurangnya lahan pertanian, Jawa Timur sebagai pemasok beras nasional dapat terancam. Biasanya, 10 juta ton gabah kering dihasilkan dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

“Kami coba dengan meningkatkan Indeks Pertanian dari 1,86 menjadi 2,58,” terang Soekarwo.

Dia juga meminta agar produksi gabah kering dapat ditingkatkan dengan jalan menanam bibit padi unggul. Dengan pemakaian tersebut, para petani dapat memanen hasilnya hingga tiga kali dalam setahun.

Juga dengan menerapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang akan diterapkan secara berkelanjutan. “Dengan penerapan RTRW di daerah yang produktif, maka penyusutan lahan pertanian dapat dihambat,” pungkas dia. (wh)