Lagi, BNI Buka Container Outlet di Bandara Juanda

Lagi, BNI Buka Container Outlet di Bandara Juanda

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk kembali menghadirkan layanan container outlet (kantor kas dalam petikemas) kedua di Surabaya. Container outlet kedua setelah di Terminal II Bandara Internasional Juanda ini, bekerjasama dengan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang berkantor di jalan ketintang.

CEO BNI Kantor Perwakilan  Surabaya, Dasuki Amsir kepada wartawan, Selasa (23/12/2014), menyebutkan, layanan ini untuk membidik Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 50 miliar per tahun. Dasuki menyebut, secara tupoksi container outlet ini hampir sama dengan kantor kas lainnya.

“Kami menargetkan bisa meraup DPK sedikitnya Rp 50 miliar dalam tahun pertama dengan komposisi dana murah mencapai 60 persen, sedangkasn sisanya dari depostio. Selain itu, kita juga membidik mitra bisnis PJB untuk masuk sebagai nasabah kita,” kata Dasuki Amsir selepas peresmian.

Container outlet ini disebutkan Dasuki memiliki tugas yang nyaris sama dengan kantor kas. Yang membedakan dari layanan di outlet kontainer ini tidak melayani kredit. Meski posisinya berada di PJB, dan membidik mitra bisnis PJB sebagai nasabah, pelayanan kredit akan dilakukan tim marketing tersendiri dari kantor cabang teredekat.

Investasi yang disiapkan BNI untuk membangun container outlet ini sebesar Rp800 juta. “Tidak besar, hanya melakukan sedikit renovasi. Nilai itu juga hampir sama dengan yang kita keluarkan untuk renovasi ruko,” jelasnya..

Dasuki menambahkan, biaya terbesar dalam pembangunan outlet ini adalah pembelian petikemasnya. Sedangkan biaya perawatan hampir sama dengan ruko yang menelan biaya di kisaran Rp30-35 juta perbulannya.

Keberadaan outlet ini menambah koleksi BNI di wilayah Surabaya. Hingga saat ini, jumlah outlet sebanyak 11 unit, antara lain Surabaya di PJB, SIER, Pasar Turi Mall, Juanda II, Hang Tuah (Sidoarjo), Rambi Puji dan Ambulu (Jember), Dampit (Malang), Menganti (Gresik), Jajag (Banyuwangi), dan Mojokerto di Kampus Mojo Anyar.

Terpisah Direktur Utama PJB, Amir Rosyidin, mengatakan, pihaknya menyambut baik pendirian kantor kas di lingkungan kantornya. “Setidaknya kami melakukan transaksi Investasi sekitar Rp 1,2 triliun dan biaya operasional sekitar Rp 20 triliun tiap tahunnya,” ungkapnya. (wh)