Laba KFC Indonesia Turun 24,1 Persen

Laba KFC Indonesia Turun 24,1 Persen

 

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang merek KFC, mencatatkan penurunan pada laba tahun berjalan menjadi Rp156,29 miliar pada Desember 2013 dari laba tahun berjalan 2012 sebesar Rp 206,05 miliar. Laba perseroan tercatat turun sebesar 24,1 persen.

Dalam keterangan yang dipublikasikan, Jumat (28/3/2014), kendati laba turun, namun pendapatan perseroan mampu naik. Kenaikan pada beban pokok diperkirakan menggerus laba perseroan.

Pendapatan perseroan naik sebesar 11,26 persen per Desember 2013 menjadi Rp 3,96 triliun dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,56 triliun. Beban pokok naik menjadi Rp 1,61 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp 1,47 triliun.

Sementara itu, laba bruto tahun Desember 2013 naik menjadi Rp 2,35 triliun  dibandingkan dengan laba bruto tahun sebelumnya sebesar Rp 2,08 triliun.

Laba operasi turun menjadi Rp 201,85 miliar dari laba operasi tahun sebelumnya Rp 270,55 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak naik jadi Rp 203,11 miliar dari laba sebelum pajak tahun 2012 Rp 269,22 miliar.

Total aset per Desember 2013 mencapai Rp 2,03 triliun naik dari total aset per Desember 2012 yang sebesar Rp 1,78 triliun. Sedangkan total liabilitas dan ekuitas perseroan naik menjadi Rp 2,02 triliun pada Desember 2013 dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,78 triliun.

Di Indonesia, pemegang hak waralaba tunggal KFC adalah PT. Fastfood Indonesia, Tbk yang didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael pada tahun 1978, dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Restoran KFC pertama di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta. (okn/bh)