Laba Bersih Semen Indonesia Rp 4,85 T

Laba Bersih Semen Indonesia Rp 4,85 T
Dwi Soetjipto menyerahkan buku Road to Semen Indonesia di Unhas.

 

Kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meningkat pada periode 2004-2012 dengan laba bersih perseroan naik dari Rp 509 miliar menjadi Rp 4,85 triliun, nilai Ebitda meningkat dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 6,87 triliun dan pendapatan naik dari Rp 6,07 triliun menjadi Rp 19,60 triliun.

Peningkatan kinerja perseroan tersebut merupakan salah satu wujud transformasi strategi yang dituangkan dalam buku karangan Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dwi Soetjipto, berjudul “Road to Semen Indonesia Transformasi Korporasi Mengubah Konflik menjadi Kekuatan.”

Buku berbahasa Indonesia setebal 318 halaman tersebut dikupas dalam bedah buku di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat, (21/2/2014) lalu.

Dwi mengatakan, buku tersebut mengisahkan perjalanannya selama memimpin Semen Indonesia. Berbagai kisah konflik, tantangan memperbaiki kinerja perusahaan, menyatukan berbagai perbedaan, mengawal proses transformasi, hingga upaya pencapaian visi menuju BUMN menjadi “world class engineering company”.

“Buku ini sarat dengan tulisan bernuansa ‘knowledge’ serta ‘strategic management’, diselingi dengan data statistik, sehingga layak bila dijadikan karya ilmiah untuk dipergunakan sebagai kajian utama dalam diskusi atau seminar,” ujarnya.

Kunci sukses dalam buku ini adalah sinergi, dengan tim yang dibentuk serta sinergi dengan tim lain yang mendukung atau bekerja bersama-sama.

Buku ini juga menyelipkan teori-teori manajemen yang biasa digunakan untuk melakukan analisa atau tindakan dalam pengambilan keputusan.

“Analisa tersebut didukung dengan alur pengambilan keputusan dan data yang sangat akurat, sehingga pembaca serasa diajak untuk berpikir dan merenungkan langkah-langkah strategis dalam menjalankan roda manajemen,” tambahnya.

Selain sinergi, buku ini memberikan penekanan sangat penting pada kata inovasi. Beberapa kasus dan analisa strategis dilakukan berdasarkan sinergi dan inovasi.

Ia menjelaskan Inovasi dimunculkan sejalan dengan “sustainable and continuously” di perusahaan. Salah satu implementasi inovasi adalah pembentukan Centre of Engineering (COE) dan Sekolah Tinggi Ilmu Management Semen Indonesia (STIMSI). Inovasi adalah alat utama mendukung implementasi kebijakan perusahaan serta menjaga competitiveness perusahaan.

“Buku ini sangat bagus untuk jadi bahan kajian dalam melakukan sinergitas pembentukan ‘holding company’. Tidak hanya membuktikan bahwa perbedaan antar perusahaan dapat diselesaikan, namun juga menjadi satu langkah bersama dalam mewujudkan peningkatan produktivitas perusahaan, katanya.

Bedah buku dihadiri sejumlah narasumber diantaranya mantan Sekretaris Menteri BUMN Muhammad Said Didu, Direktur PT Semen Tonasa Andi Unggul Attas, Dosen senior Unhas dan anggota Badan Supervisi Bank Indonesia Marsuki, Dosen senior dan anggota senat Unhas Muh. Idrus Tabba serta sebagai moderator Komisaris Utama PT Semen Tonasa Idrus A Paturusi. (ram)