Kurs Rupiah Tunggu Rapat Dewan Gubernur BI dan FOMC Meeting

Kurs Rupiah Tunggu Dewan BI dan Komite Pasar Terbuka Federal

Kurs rupiah terhadap dollar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi (3/12) berada di posisi Rp11.507,- per dollar AS.

“Nilai tukar rupiah cenderung stabil setelah data indikator ekonomi domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan Indonesia dinilai cukup positif oleh pelaku pasar uang,” Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, di Jakarta, Selasa (3/12).

Meski demikian, lanjut Reza, sentimen itu diproyeksikan bersifat jangka pendek, pelaku pasar uang akan kembali menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) the Fed pada pekan depan.

“Jika ekspektasinya positif maka kurs rupiah akan terjaga di bawah level Rp12.000 per dollar AS,” katanya.

Terpisah analis pasar uang Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova, menambahkan bahwa pergerakan kurs rupiah masih akan dibayangi oleh sentimen pengurangan stimulus (tapering off) the Fed.

“Sentimen ke depan akan kembali lagi ke eksternal yakni kebijakan bank sentral AS (the Fed) yang merencanakan untuk memangkas stimulus keuangannya. Fluktuasi rupiah diperkirakan terus terjadi, hal itu dikarenakan belum adanya kepastian the Fed,” katanya.

Sementara itu data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi di Bulan November 2013 sebesar 0,12%. Tingkat inflasi periode Januari-November 2013 sebesar 7,79% dan tingkat inflasi “year on year” (November 2013 terhadap November 2012) sebesar 8,37%. Sementara neraca perdagangan Indonesia Oktober 2013 mengalami surplus US$42,4 juta.(ant/bh)