Kurangi Pengangguran di Jatim, Pemprov Gelar Job Market

Kurangi Pengangguran di Jatim, Pemprov Gelar Job Market
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Sukardi, foto: lensaindonesia.com

Dalam mewujudkan Visi RPJMD Tahun 2014-2019 menuju Jawa Timur lebih sejahtera, berkeadilan, Mandiri, berdaya saing dan berakhlak, Pemprov Jatim berupaya untuk mengurangi pengangguran terbuka. Dilakukan melalui peningkatan partisipasi angkatan kerja dan penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan hubungan industrial yang harmonis.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Sukardi pada Pembukaan Job Market Fair di gedung Balai Pemuda Surabaya, Selasa (2/9/2015).

“Event ini sangat bagus karena saling menguntungkan bagi pengusaha dan pencari kerja.. Job market fair merupakan aplikasi langsung pengusaha terhadap pencari kerja yang sangat bermanfaat di saat resesi ekonomi,” kata Sukardi dalam sambutannya.

Dia mengimbuhkan, menurut data statistik (BPS), kondisi ketenagakerjaan di Jatim per Februari 2015 jumlah angkatan kerja sebanyak 20.692.410 orang. Jika dibanding per agustus 2014jumlah tersebut mengalami kenaikan 542.420 orang atau turun 25.360 orang jika dibanding per Februari 2014. Jumlah yang bekerja per Februari 2015 sebanyak 19.800.390 oarng atau turun 493.880 orang jika dibanding per Agustus 2014 atau turun 85.000 orang per Februari 2014  Sedangkan jumlah penganggur di Jatim per Februari 2015 sebanyak 892.020 orang (4.31 persen) atau tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik 0.12 persen dibanding per Agustus 2014, jika dibanding per Februari 2014, TPT di Jatim bertambah sebanyak 0.29 persen.

Oleh karenanya untuk mengurangi tingkat pengangguran dilakukan melalui tiga strategi yakni memperluas kesempatan dan penyediaan lapangan pekerjaan di pedesaan dan perkotaan. Kedua, meningkatkan kualitas, produktivitas dan kompetensi serta ketrampilantenaga kerja dan meningkatkan iklim investasi dan ketenagaan kerja yang kondusif.

“Melalui layanan Ayo Kerja yang telah masuk Top 25 Inovasi layanan Publik Nasional  selain untuk meningkatkan pelayanan kepada pencari kerja dan perusahaa, layanan tersebut diharapkan dapat direplikasi di Dinas Ketenagaan kerjaan Kab/Kota Se jawa Timur,” harap Sukardi.

Dari berbagai upaya strategi tersebut, menurutnya, Jawa Timur dapat menjadi tujuan favorit investasi yang pada akhirnya mendoroing tumbuhnya ekonomi dan menurunkan tingkat pengangguran. Khusus gerakan “Ayo Kerja” yang digagas oleh Presiden RI di Jatim diarahkan menjadi solusi menghadapi MEA 2015. (wh)