Kurang Stok, Cabai Penyebab Inflasi Terbesar Jatim

Kurang Stok, Cabai Penyebab Inflasi Terbesar Jatim

 

Cabai rawit menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar provinsi Jawa Timur. “Kenaikan harga cabai ini menimbulkan perubahan cukup signifikan. Perubahan harganya cukup besar, yakni 43,45 persen dengan menyumbang 0,16 persen terhadap inflasi di Jawa Timur,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim Sapuan Hadi, Selasa (1/4/2014).

Sapuan menyebut beberapa penyebab naiknya harga komoditas satu ini. Ia menuding ulah pengepul yang kerap membawa cabai rawit keluar dari Jatim. “Pengepul cabai rawit menjual ke Jawa Tengah. Dari Jawa Tengah kemudian dilempar ke luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan dan Malaysia,” terangnya.

Pihaknya menyoroti arus keluar komoditi cabai rawit ini dari bandari Adi Soetjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta. “Cabai rawit banyak keluar juga melalui transportasi udara,” tukasnya. Bahkan, petugasnya di lapangan mendapati satu pasar di Kalimantan memperoleh pasokan 2 truk cabai rawit dari Jatim dalam sehari. Sehingga, meskipun Jatim merupakan produsen, ia mengalami kekurangan stok cabai.

Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain turut memberikan kontribusi inflasi di Jatim. Yaitu, tarif angkutan udara, beras, bawang putih, tukang bukan mandor bangunan, mobil, minyak goreng, soto, nangka muda, dan rokok kretek filter. “Di Malang, tarif angkutan udara ini juga menjadi penyebab inflasi,” kata Sapuan.

Berdasarkan data BPS, kelompok pengeluaran bahan makanan mulai Januari 2013 sampai Maret 2014 berada di atas Indeks Harga Konsumen (IHK) umum. Begitu pula dengan IHK kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau melampaui indeks harga konsumen umum sejak Juli 2013 sampai Maret 2014. Kelompok pengeluaran bahan makanan dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau memang selama ini mendominasi penyebab inflasi di Jatim.

Sementara itu, komoditas yang menghambat inflasi memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, tomat sayur, cumi-cumi, wortel, tarif kereta api, gula pasir, kentang, dan ikan mujair.(wh)