Kurang Pasokan, Harga Cabai Melangit

Kurang Pasokan, Harga Cabe Melangit

Harga komoditas cabai, baik cabai merah besar, cabai merah keriting dan cabai rawit dipastikan akan tetap bertahan di level cukup tinggi hingga Januari 2015 karena kurangnya pasokan.

Saat ini, harga cabai merah besar dan keriting di pasaran sudah mengalami kenaikan. Jika normalnya di kisaran Rp 20.000-an per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 50.000 per kilogram hingga Rp 60.000 per kilogram. Sementara harga cabai rawit naik dari harga normal Rp 20.000 per kilogram menjadi sekitar Rp 50.000 per kilogram.

Ketua Asosiasi Cabai Jatim NS. Sukoco mengatakan, memang dalam beberapa waktu terakhir ini harga seluruh jenis komoditas cabai mengalami lonjakan. Kondisi ini menurutnya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pertama dipicu oleh berkurangnya jumlah tanaman cabai yang ditanam petani pada bulan Juli hingga Agustus dan panjangnya musim kemarau yang telah terjadi.

Karena pada pada bulan Mei Juni dan Juli harga cabai sangat murah, hanya dikisaran Rp 2.000 per kilogram di tingkat petani, maka banyak petani yang memilih tidak menanam. Jika biasanya lahan cabai di seluruh Jatim mencapai 1.500 hektar per bulan, maka sekarang tinggal 8.000 hektar.

“Modal sudah menipis, sementara harga tidak menarik akhirnya banyak petani yang tidak menanam cabai. Ditambah dengan kemarau panjang yang mengakibatkan banyak tanaman terserang hama seperti Kutu Kebul, Trith dan Pungan sehingga produksi hanya tinggal separuh dari biasanya,” ujar Sukoco ketika dikonfirmasi Surabaya, Senin (17/11/2014).

Menurut penuturannya, saat ini, produksi cabai merah besar dan keriting di seluruh Jatim hanya tinggal 3.000 ton hingga 4.000 ton per bulan, padahal biasanya produksi bisa mencapai sekitar 8.000 per bulan. Sementara kebutuhan untuk Jatim saja bisa mencapai 4.000 hingga 5.000 per bulan. Hal yang sama juga terjadi pada produksi cabai rawit.

“Kalau untuk Jatim saja mungkin masih bisa terpenuhi, tetapi Jatim ini kan menjadi salah satu sentra penghasil cabai yang sudah bekerjasama dengan beberapa daerah lain yang membutuhkan, seperti Pasar Induk di Jakarta, Bandung, Kalimantan dan Sumatra sebagian besar dipasok dari sini. Sehingga harga di Jatim juga ikut terkerek,” katanya.

Sementara saat ini, beberapa daerah yang menjadi sentra utama tanaman cabai, seperti Banyuwangi, Jember, Kediri, Blitar, Malang dan Lumajang masih belum panen. Panen raya diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari 2015.

“Kami perkirakan harga akan kembali normal pada Januari 2015 besok. Tetapi itu dengan catatan jika hujan tidak ekstrim. Kalau hujan ekstrim besar kemungkinan harga akan bertahan tinggi karena banyak tanaman yang rusak,” akunya.

Tetapi untuk jumlah tanaman yang ditanam untuk panen Januari menurut penuturan Sukoco sudah kembali normal, bahkan lebih. Jumlah tanaman cabai merah besar dan keriting sudah mencapai 2.000 hektar dan cabai rawit mencapai sekitar 10.000 hektar.

“Ya tinggal lihat cuacanya saja, kalau cuaca tidak ekstrim pasti produksi akan melimpah dan tidak akan kekurangan,” pungkasnya. (wh)