Kunjungan Turis Lampaui Target, Tujuan Selain Bali Kian Populer

Kunjungan Turis Lampaui Target, Tujuan Selain Bali Kian Populer
Lokasi wisata Red Island di Banyuwangi.artika farmita/enciety.co

 

Pencapaian industri pariwisata pada tahun 2013 cukup menggembirakan. Hal ini mendorong optimisme  pengelola agen perjalanan yang tergabung dalam Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita).

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang tahun 2014 mencapai 8,8 juta, dengan rata-rata pengeluaran USD 1.124 per kunjungan sehingga perolehan devisa diperkirakan menembus angka USD 10 miliar.

Padahal, Kemenparekraf sebelumnya menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tanah Air pada tahun lalu hanya sekitar 8,6 juta dengan perolehan devisa sekitar USD 9,87 miliar.

Ketua Asita Asnawi Bahar menuturkan, kondisi tersebut menunjukan bahwa destinasi wisata Indonesia semakin dikenal dan diminati masyarakat dunia, seiring pula dengan berbagai promosi yang dilakukan, baik pemerintah maupun industri pariwisata ke pasar-pasar baru.

Destinasi pun semakin bervariasi dengan memperkenalkan potensi wisata daerah-daerah selain Bali. Hal ini, terbukti dari meroketnya pertumbuhan jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok, NTB hingga 137,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Begitu pula dengan wisman masuk melalui Bandara Adisucipto, Yogyakarta naik 46 persen, Bandara Hasanuddin, Makassar dengan pertumbuhan kunjungan wisman 27,7 persen, serta Bandara Husein Sastranegara, Bandung naik 20,16 persen.

Meski demikian, Bali masih tetap menjadi destinasi atau tujuan favorit para wisman ke Indonesia dengan jumlah kunjungan 2,9 juta atau berkontribusi sekitar 33 persen dari total wisman ke Indonesia.

“Kini banyak destinasi wisata yang sebelumnya tidak dikenal masyarakat dunia, sekarang semakin diminati. Penambahan airline baru dan penerbangan langsung juga menjadi faktor penting mendorong industri pariwisata kita,” ucapnya. (bis/bh)