Kunjungan Naik, Wisatawan Asing Minati Cluster Heritage di Surabaya

Kunjungan Naik, Wisatawan Asing Minati Cluster Heritage di Surabaya
Rombongan TPO yang berasal dari Korea Selatan, belajar Bahasa Indonesia di Rumah Bahasa di Balai Pemuda Surabaya. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Kawasan kota tua di kota Pahlawan hingga kini tetap diminati oleh wisatawan mancanegara (wisman). Dengan konsep Heritage Tourism, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya berusaha menaikkan jumlah wisman untuk mengunjungi kota ini.

“Kami akui bila cluster heritage yang ada di kota Surabaya merupakan yang paling banyak dicari oleh wisman. Mereka sangat menikmatinya untuk melihat nuansa lain dari negaranya,” ujar Kepala Dinas Disbudpar Surabaya Wiwiek Widayati kepada enciety.co, Senin (25/1/2016).

Ia lalu memberikan contoh adanya kenaikan jumlah wisman ke kota Surabaya yang naik walau tidak terlalu signifikan. Di tahun 2014, tercatat jumlah kunjungan wisman ke Surabaya mencapai 742.084 orang, dan di tahun 2015, tercatat ada 760 ribu orang. Wisman ini terdiri dari wisatawan Eropa, Australia, dan Asia seperti Tiongkok dan Malaysia.

Untuk cluster heritage Surabaya sendiri, Wiwiek menyebutkan bahwa HOS Sampoerna tercatat yang terbanyak. Disusul oleh pasar Pabean, kawasan Kembang Jepun, Tugu Pahlawan dan Perak.

Berbagai macam pendapat wisman, namun kebanyakan cluster heritage Surabaya disukai karena menceritakan kisah heroik Arek-Arek Suroboyo dalam melawan penjajah.

“Di cluster heritage yang lain, wisman tertarik dengan nuansa lama kota Surabaya. Sedangkan di Pasar Pabean, ternyata mereka menyukai adanya pekerja yang mengupas bawang. Kalau orang sini mungkin anggapnya biasa saja, ya,” ujarnya.

Kini, pihaknya juga berharap banyak dengan adanya Tourism Promotion Organization for Asia Pasifik Cities Student Travel Exchange Project (The TPO STEP) “Culture and Language Immersion Program”  atau Organisasi Pariwisata se-Asia Pasifik Program Pemahaman Bahasa dan Budaya ke kota Surabaya.

Karena dengan adanya acara yang hingga kini masih berlangsung tersebut, ada 15 wisman yang belajar banyak tentang Kota Pahlawan. “Bangganya itu adalah Surabaya menjadi kota pertama di luar Korea yang didatangi. Biasanya TPO diselenggarakan di Korea. Sayangnya jumlahnya sedikit karena waktu itu ada bom Jakarta yang berpengaruh ke sini,” kata Wiwiek.

Sedangkan untuk wisatawan nusantara (wisnu) di tahun 2014 lalu tercatat ada 15.929.745 orang dan di tahun 2015 hingga kini masih diakumulasikan. Sedangkan untuk tempat wisata favorit Surabaya bagi wisnu adalah wisata religi seperti kawasan Ampel dan Bungkul.

Begitu juga dengan wisata buatan seperti kawasan Kenjeran dan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Selain itu, pihak Disbudpar juga mengandalkan festival tematik yang jadi agenda rutin Pemkot Surabaya. Seperti pawai budaya dan bunga dan Festival Rujak Uleg.

“Dan Pemerintah Kota) Surabaya berinisiatif kembali menjadikan kembali kawasan Tunjungan menjadi destinasi wisata,” lanjutnya. (wh)

Informasi kebutuhan layanan data KLIK DISINI.