Ternyata Kucing Anggap Manusia Sebagai Mama Kucing

Ternyata Kucing Anggap Manusia Sebagai Mama Kucing

 

Semua pasti setuju jika kucing adalah hewan paling manis dan penurut. Namun di balik tingkahnya yang menggemaskan, pernahkah kita mencari tahu apa yang hewan ini pikirkan tentang pemiliknya? Dr John Bradshaw menguaknya dalam karangannya berjudul Cat Sense. Ahli Biologi asal Inggris itu telah mempelajari hewan ini selama 30 tahun, serta menuliskan evolusi dari kucing dan hubungannya dengan manusia. Hasilnya? Hewan ini menganggap pemiliknya sebagai kombinasi dari ibu-pengganti yang ukurannya lebih besar!

Bradshaw lalu menjelaskan, kucing tidak pernah dibiakkan untuk menjalin persahabatan mereka seperti anjing. “Hewan ini semacam ‘mengadopsi’ kita dan terbiasa berburu tikus dan hama, yang memakan makanan hasil buangan manusia purba,” ujarnya seperti yang ditulis NYTimes.

Hewan ini, lanjutnya, hidup dalam keadaan sebagian liar dan tidak cukup jinak. Singkatnya, hewan ini hampir tidak pernah dibesarkan untuk suatu tujuan. Mereka cukup baik dalam menangkap tikus. Jadi tren evolusi hewan ini menuju domestikasi dibatasi oleh frekuensi seringnya kawin silang dengan kucing liar.

Sampai hari ini, populasi kucing domestik dipertahankan dalam keadaan semiferal dengan praktek sterilisasi. Sekitar 85 persen dari semua perkawinannya, tulis Dr Bradshaw, disusun oleh kucing sendiri dengan kucing liar.

Pada akhirnya, ketika hewan ini berinteraksi dengan manusia, mereka harus bergantung hampir sepenuhnya pada perilaku sosial alami mereka, yang relatif tidak berkembang. Sebab, ikatan sosial terkuat di dunia kucing adalah antara ibu dan anak-anaknya. Anak-anaknya mendengkur sebagai sinyal untuk ibu mereka untuk tetap diam dan memberi mereka makan. Mereka uleni perut ibu mereka untuk menjaga susu mengalir.

Lalu, bagaimana hewan ini bisa akur dengan manusia? Ternyata, ketika kucing menggosok-gosokkan tubuhnya dengan ekornya lurus ke atas, itu artinya ia sedang memeriksa. Dia ingin memastikan kita—manusia—tidak bermusuhan dengannya.

Tapi Bradshaw khawatir tentang masa depan hewan ini. Bradshaw mengatakan, kucing zaman sekarang menghadapi lebih banyak permusuhan alias lebih galak, selama dua abad terakhir.(wh)