Kuartal Pertama, Pendapatan Kamar dan Makanan Hotel Surabaya Turun

Kuartal Pertama, Pendapatan Kamar dan Makanan Hotel Surabaya Turun
foto: umar alif/enciety.co

Pendapatan hotel dari sisi kamar, makanan dan minuman di kuartal pertama tahun ini kurang menggembirakan. Dimana kinerja perkembangannya masih belum sebagus kinerja di tahun 2014.

Seperti yang ada di Hotel Garden Palace, kinerja dari Januari sampai Maret 2015 ini dari sisi pendapatan kamar mencapai Rp 6,2 miliar. Jumlah itu menurun dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang mencapai Rp 7,2 miliar.

Begitu juga dari sisi pendapatan makanan dan minuman sampai Maret 2015 tercatat mencapai Rp 8,3 miliar dari periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 9,4 miliar. Sedangkan pendapatan lain-lain tumbuh lebih baik yaitu mencapai Rp 2,8 miliar dulu pendapatan tahun lalu Rp 1,8 miliar.

“Kalau secara total total pendapatan sampai Maret mencapai Rp 17.490.592.000 dan di posisi yang sama 2014 mencapai Rp 18.514.936.000,” ujar Direktur PT Mas Murni Indonesia Tbk, Peterjanto Suharjono, seusai rapat umum pemegang saham tahunan, Selasa (30/6/2015).

Ada beberapa faktor penurunan pendapatan tersebut, dimana hal itu dipicu oleh dua faktor utama. Yakni kondisi perekonomian yang secara umum di kuartal pertama belum membaik dan banyaknya persaingan bisnis hotel di Surabaya yang kini terus menjamur.

Meski kinerja di kuartal pertama pendapatan mengalami penurunan, namun dari laporan secara umum tentang kinerja perseoran  di 2014 tercatat pendapatn naik sekitar 3 persen atau mencapai Rp 82,6 miliar. Sedangkan total pendapatan terdiri dari kamar sebesar Rp 34,9 miliar atau meningkatn dari Rp 33,2 miliar dibandingkan 2013. Sedangkan pendapatan dari makan dan minuman sebesar Rp 40,1 miliar mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelum,nya sebesar Rp 36 miliar. Untuk pendapatan lain lain di 2014 mencapai Rp 7,5 miliar.

Sementara itu, untuk pengembangan bisnis di tahun ini PT MMI akan mengembangkan pembangunan  gedung perkantoran Indonesia Bagian Timur (IBT) Center. Pembangunan IBC yang berlokasi di sebelah barat Garden Palace Hotel itu ditargetkan selesai di 2016.

“Investasinya sekitar Rp 56 miliar dan nanti IBC ini akan menampilkan produk dagang untuk Indonesia Bagian Timur,” pungkasnya. (wh)