Kuartal III-2015, Telkom Bukukan Laba Rp 11,54 Triliun

 

Siap Menjadi Global Hub, Telkom Akuisisi GTA Teleguam

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menjadi satu-satunya operator telekomunikasi yang membukukan keuntungan hingga kuartal III 2015. Laba Telkom tercatat sebesar Rp 11,54 triliun atau naik 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 11,27 triliun. Laba per saham juga naik menjadi Rp 117,60 dari Rp 115,53 per saham di periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kerja dengan solid, speed, smart, dan tulus. Ini kunci sukses Telkom bisa terus positif kinerjanya hingga kuartal ketiga 2015,” ungkap CEO Telkom Group Alex J Sinaga di Jakarta.

Jika menelisik data dari laporan keuangan, laba Telkom naik tipis tak terlepas dari investasi besar untuk membangun infrastruktur. Hingga kuartal III 2015, Telkom telah menyerap belanja modal sebesar Rp 17 triliun dimana 60 persen dialokasikan untuk mendukung bisnis seluler Telkomsel.

Dampaknya terjadi pada kenaikan beban operasional dan pemeliharaan. Belum lagi adanya Early Retirement Program (ERP) di tahun ini yang menjadikan biaya personel naik 24,5 persen. Jika dinormalisasi tanpa ERP, laba Telkom bisa naik 8,4 persen.

Namun, semua itu bisa dikompensasi dengan terjaganya pertumbuhan pendapatan menjadi sebesar Rp 75,72 triliun, naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 65,84 triliun.

Pasokan pendapatan berasal dari layanan data sebesar Rp 23,47 triliun. Layanan lain yang berkontribusi adalah selular sebesar Rp 27,45 triliun,Fixed line voice (Rp 6,52 triliun), interkoneksi (Rp 3,39 triliun), dan jaringan (Rp 3,72 triliun).

Sinyal positif juga terlihat pada Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) sebesar Rp 37,074 triliun atau naik 11,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 33,295 triliun.

Dari sisi aset, per 30 September 2015 perseroan mencatatkan nilai Rp 158,39 triliun, naik dari Rp 141,82 triliun pada akhir tahun 2014. Sementara jumlah liabilitas tercatat Rp 71,3 triliun, dan ekuitas tercatat Rp 87,08 triliun. (bst)