Kuartal-1 2020, Beban Usaha PLN Naik Jadi Rp 78,8 Triliun

Kuartal-1 2020, Beban Usaha PLN Naik Jadi Rp 78,8 Triliun

Kresnayana Yahya dan Nyoman S. Astawa.foto:arya wiraraja/enciety.co

Pendapatan usaha PLN kuartal-1 2020 naik 5,5 persen menjadi Rp 72,7 triliun (yoy). Beban usaha PLN pada kuartal-1 2020 meningkat menjadi Rp 78.8 triliun (yoy). Kenaikan beban usaha karena naiknya pembelian tenaga listrik oleh PLN dari perusahaan produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP) yang mencapai Rp 25,83 triliun.

“Padahal, beban usaha PLN dari pembelian bahan bakar dan pelumas

tercatat turun 6,8 persen secara tahunan menjadi Rp 30,72 triliun. Beban yang naik tinggi tersebut, PLN harus mengalami rugi usaha sebelum subsidi dan pendapatan kompensasi dari pemerintah pada kuartal I di tahun 2020,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Surabaya, Jumat (7/8/2020).

Kresnayana menjelaskan, di era pandemi, listrik menjadi hal yang penting dan sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus dapat meningkatkan proteksi diri terkait instalasi dan alat yang terhubung dengan listrik.

“Semua pekerjaan banyak dilakukan di rumah dan banyak menggunakan listrik. Untuk itu, sudah saatnya kita harus meningkatkan pemahaman kita tentang listrik. Sehingga kita dapat memproteksi diri jika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan kita dan keluarga di rumah tetap aman,” ujarnya .

Nyoman S. Astawa, General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, menjelaskan soal program tarif tenaga listrik (TTL). Kata dia, program tersebut berupa keringanan pembayaran listrik yang diberikan Pemerintah kepada pelaku usaha dan masyarakat pada sektor sosial, bisnis dan industri berupa pembebasan rekening minimum, biaya beban atau abonemen rekening listrik pada Juli sampai Desember 2020.

“Secara garis besar, pemerintah membayar stimulus yang besarnya didasarkan atas selisih rekening minimum terhadap rekening pemakaian dari kWh tercatat atau yang telah terpakai untuk pelanggan reguler dan layanan khusus mulai dari daya 1.300 VA ke atas pembebasan biaya beban atau abonemen untuk pelanggan daya di bawah 1.300 VA, “ tandasnya.

Nyoman juga menjelaskan, PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanannya bagi masyarakat dengan menjalankan tugas dan mematuhi protokol kesehatan.

“Petugas kami tetap terus bersiaga 24 jam melayani masyarakat. Memang, awal-awal pandemi kami harus melakukan beberapa penyesuaian dan membatasi diri untuk mengurangi kegiatan turun lapangan. Namun, saat kini dengan menggunakan berbagai alat perlindungan kesehatan seperti masker dan selalu membawa hand sanitizer kami melayani Kesehatan,” ujarnya

Nyoman menambahkan, sesuai peraturan umum instalasi listrik (PUIL), ada peraturan yang mengimbau agar masyarakat yang memiliki rumah dengan usia lebih 20 tahun dapat mengecek instalasi listrik supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.

“Di PUIL ini sebenarnya ada peraturan seperti mengecek instalasi rumah. Nah, kami berharap masyarakat ini dapat meningkatkan kesadarannya terkait instalasi listrik. Hal ini kita lakukan tidak lain untuk menjaga keselamatan bersama,” ujarnya. (wh)