Kuarta I-2015, Laba PGN Tergerus  Jadi Rp 1,41 Triliun

PGN Kebut Proyek Pipanisasi Gas Bumi di Jatim
PGN Kebut Proyek Pipanisasi Gas Bumi di Jatim

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mencatatkan kinerja belum memuaskan pada kuartal I 2015. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 38,07 persen menjadi USD 109,4 juta atau sekitar Rp 1,41 triliun pada kuartal I 2015 dari periode sama tahun sebelumnya USD 176,67 juta.

Pendapatan PGN  turun 17,25 persen menjadi USD  696,4 juta atau sekitar Rp 9,02 triliun pada kuartal I 2015 dari periode sama tahun sebelumnya USD 841,63 juta. Sementara itu, laba operasi mencapai USD 152,5 juta pada kuartal I 2015 dari periode sama tahun sebelumnya USD 233,88 juta.

Selama tiga bulan pertama 2015, volume penjualan distribusi gas bumi perseroan sebesar 796 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Sedangkan volume tranmisi gas bumi yang disalurkan anak perusahaan PT Transportasi Gas Indonesia sebesar 754 mmscfd dan volume transmisi gas bumi dari  PGN sebesar 16,4 mmscfd.

Kondisi ekonomi global dan domestik mempengaruhi kinerja Perseroan hingga kuartal I 2015. Hal ini menyebabkan turunnya penyerapan pemakaian gas oleh pelanggan industri dan pembangkit listrik.  Untuk meningkatkan kehandalan bisnis gas bumi,  PGN melalui anak usaha PT Saka Energi Indonesia pada 2 Februari 2015 mengakuisisi 30 persen participating interest pada Blok West Bangkanai dari Salamander Energy.

Sedangkan pada 15 April 2015 mengakuisisi 11,66 persen participating interest pada blok Muara Bakau dari GDF Suez. Blok Muara Bakau merupakan blok dalam tahap pengembangan. Produksi gas dari lapangan jangkrik dan northeast jangkrik yang dioperasikan oleh ENI diperkirakan akan produksi awal pada kuartal IV 2017. (oke)