KSAL Sambut KRI Rigel-933, Kapal Tercanggih se-Asia

KSAL Sambut KRI Rigel-933, Kapal Tercanggih se-Asia
KRI Rigel 933, foto oleh: Foto : a.n Kepala Dispenal Kasubdispenum, Suradi Agung Slamet. S.Sos.,S.T, Kolonel Laut (P) NRP 10092/P.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E. memimpin upacara menyambut kehadiran kapal survei bawah laut tercanggih se-Asia yang baru dibeli dari Perancis, yakni KRI Rigel-933, di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) ll, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/5/2015).

Dengan kehadiran kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) ini akan memperkuat kapal survei lainnya yang dimiliki Dinas Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut, seperti KRI Dewa Kembar 932, KRI Louser 924, KRI Pulau Rote 721, KRI Pulau Romang 723, KRI Pulau Rempang 729, KAL Aries dan KAL Vega, dalam menyelenggarakan pembinaan fungsi dan pelaksanaan kegiatan Hidro-oseanografi yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun umum.

Selain berfungsi sebagai kapal survey, nantinya KRI Rigel 933 ini juga dapat digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AL dalam operasi militer selain perang, khususnya dalam melaksanakan SAR (search and rescue) laut bilamana terjadi kecelakaan di laut dan membutuhkan pendeteksian obyek-obyek tertentu di laut dalam.

Kapal perang bernomor lambung 933 ini dibangun di Perancis, dan bertolak dari Dermaga Les Sables d’Olonne, Perancis pada 26 Maret 2015 untuk melaksanakan operasi penyeberangan ke Indonesia dan tiba di Jakarta pada 15 Mei 2015 (berarti melaksanakan pelayaran selama  51 hari).

Komandan pertama kapal perang survey tercanggih se-Asia ini dipercayakan kepada Letkol Laut (P) M. Wirda Prayogo, S.T. yang telah menyeberangkan kapal ini dari Perancis ke Indonesia, dan diawaki oleh 30 orang prajurit TNI AL.

KRI Rigel 933 dibangun berdasarkan kontrak pengadaan kapal BHO yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan pihak galangan OCEA Perancis, terbuat dari aluminium dengan bobot 560 ton dengan dimensi panjang 60,1 meter dan lebar 11,5 meter. Dan dilengkapi dengan peralatan AUV (Autonomous Underwater Vehicle) yang berfungsi melaksanakan pencitraan bawah laut sampai dengan kedalaman 1000 meter dan mengirimkan kembali data secara periodik ke kapal utama dalam hal ini kapal BHO. Selain itu, juga dilengkapi dengan ROV (Remotely Operated Vehicle), SSS (Side Scan Sonar), Laser Scaner untuk mendapatkan gambaran daratan, AWS (Automatic Weather Station), Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, Peralatan CTD (Conductivity Temperatureand Depth), Gravity Corer, kelengkapan Laboratorium serta kemampuan survei perikanan. Kapal ini juga dilengkapi dengan persenjataan mitraliur kaliber 20 mm dan kaliber 12,7 mm.

KRI Rigel 933 nantinya akan masuk dalam jajaran Satuan Survei Dishidros TNI Angkatan Laut yang bermarkas di Jakarta. KRI ini merupakan kapal survey dan pemetaan yang cukup canggih karena dilengkapi dengan peralatan survei hidro-oseanografi terbaru yang dapat digunakan untuk pengumpulan data sampai dengan laut dalam. KRI Rigel 933 merupakan jenis MPRV (Multi Purpose Research Vessel), yang merupakan sejarah baru di jajaran kapal-kapal TNI Angkatan Laut dalam memodernisasi armada kapal, khususnya kapal survei hidro-oseanografi.

Sebelum meninggalkan Perancis untuk bertolak Indonesia, pada 11 Maret lalu telah dilaksanakan acara Shipnaming dan Commissioning KRI Rigel 933, di Dermaga Les Sables d’Olonne, Perancis, dipimpin Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Acara didahului dengan Shipnaming Kapal yang ditandai dengan pemecahan kendi oleh ibu Nora Ryamizard Ryacudu selaku ibu kandung kapal didampingi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E beserta ibu.

Selanjutnya dilaksanakan upacara Commissioning, yang merupakan peresmian menjadi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI Rigel 933) serta dilaksanakan pelantikan jabatan komandan KRI Rigel 933 Mayor Laut (P) M. Wirda Prayogo, S.T. (sekarang berpangkat Letkol).

Hadir dalam acara tersebut para pejabat utama Mabesal, para Panglima Komando Utama (Pangkotama) TNI AL, Ketua Umum Jalasenastri Ny Endah Ade Supandi, serta undangan lainnya. (wh)