Kresnayana: Tax Amnesty Dapat Kerek Mutu Ekonomi Pengusaha Kecil

Kresnayana: Tax Amnesty Dapat Kerek Mutu Ekonomi Pengusaha Kecil

Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (15/7/2016).

Kurang lebih Rp 4 ribu triliun dana kita ada diluar negeri. Dana-dana tersebut dimiliki oleh sekitar 6.500 masyarakat yang takut membayar pajak. Jika tax amnesty (pengampunan pajak) diberlakukan, akan ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh. Di antaranya ada banyak dana atau aset yang bakal kembali ke Indonesia.

“Ke depan, masyarakat yang menyembunyikan asetnya di luar negeri harus memulangkan asetnya tersebut. Hal itu dilakukan karena hampir tidak ada negara yang disebut sebagai tax haven country atau negara yang tidak memberlakukan pajak. Contohnya yang terjadi pada kasus Panama Papers yang beberapa waktu lalu marak diberitakan,” tutur Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (15/7/2016).

Selain itu, kata dia ada alasan tertentu ketika masyarakat melakukan kegiatan menghindari pajak. “Pada 15 tahun hingga 20 tahun yang lalu mereka baru merintis bisnis yang mereka lakoni mulai dari bisnis kecil. Namun, saat ini ketika mereka telah berhasil mengembangkan bisnis tersebut, mereka harus mampu melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara yang baik,” tutur dia.

Menurut Kresnayana, tax amnesty sangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan mutu ekonomi masyarakat. Pemberlakuan kebijakan ini sasarannya bukan para pengusaha besar, tetapi pengusaha kecil dan mereka yang akan merintis usaha di Indonesia.

“Selain itu, pemerintah juga dapat mengetahui kantong-kantong kegiatan ekonomi yang ada di negara ini ada dimana saja. Ketika negara dapat mengetahuinya, hal yang bakal dilakukan adalah bagaimana menyediakan kesempatan yang sama dengan mereka yang telah sukses,” tegasnya.

Kresnayana juga mengatakan, pada tahun 2018, semua negara yang ada dapat berpartisipasi sistem informasi keuangan dengan sistem digital. Jadi, semua transaksi yang dilakukan dapat terlacak dan terbukukan dengan baik.

“Ketika sistem informasi keuangan tersebut dapat berjalan, maka negara dapat melakukan perencanaan keuangan dan ekonomi dengan baik,” urai dia. (wh)