Kresnayana: Ramadan Bakal Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Kresnayana: Ramadan Bakal Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya melihat tren positif menjelang saat Ramadan, dimana daya beli masyarakat akan terdongkrak. Ini karena dalam triwulan pertama tingkat konsumsi masyarakat Jawa Timur sedang lesu.

Faktor yang mengakibatkan melesunya daya beli masyarakat ini karena adanya pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Sementara lapangan pekerjaan belum terbuka secara optimal.

“Ada peningatan jumlah angkatan mulai dari lulusan SMP, SMA, hingga perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja. Jumlahnya begitu besar, karena periode pertumbuhan penduduk begitu tinggi sekali,” ujar dia di dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (8/5/2015).

Menurut Kresnayana, hal inilah yang mengakibatkan tingkat konsumsi dan indeks pendapatan Jawa Timur turun. Ini berbarengan menjelang datangnya Ramadan ini.

Kresnayana berharap agar semua pihak mewaspadai adanya daya beli masyarakat yang meningkat. “Tentu akan ada banyak penjual makanan dadakan di pinggir jalan. Kita mengajak masyarakat lebih sadar bagaimana mengawasi memilih makanan supaya terbebas dari upaya dari kurang terpuji,” tutur pakar statistika ITS Surabaya itu.

Dari catatannya di Jawa Timur saja ada banyak pelaku yang mencampurkan bahan-bahan berbahaya di dalam makanan yang dijual ke masyarakat. Awal tahun, Kresnayana mencatat ada puluhan berita dan cerita masyarakat tentang keracunan.

“Mulai dari ditemukannya brownies dicampur ganja, mie berformalin, borak dan lain sebagainya,” tambahnya.

Kresnayana mengajak masyarakat untuk berperan secara aktif agar lebih hati-hati dalam memilih makanan, terutama makanan untuk anak-anak. (wh)