Kresnayana: Pengusaha Perlu Cermati Tendensi Bisnis

Perencanaan adalah ruh bisnis. Persiapan yang baik turut menentukan keberhasilan. Biasanya, persiapan dirancang dalam rentang waktu cukup panjang, minimal setahun. Padahal, semakin pendek rentang perencanaan tersebut, memungkinkan pebisnis semakin sigap menyiasati dinamika pasar.

Namun tak banyak pebisnis yang menyadari bagaimana strategi perencanaan yang baik. Salah satu instrumen yang jarang diketahui adalah Indeks Tendensi Bisnis (ITB).

ITB ini merupakan suatu ukuran yang dipakai untuk melihat perubahan ke depan dari Survey Tendensi Bisnis (STB). Survey tersebut dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. Bagi BPS, ITB bukanlah barang baru. Sejak 2-3 tahun terakhir, BPS sudah terbiasa mengeluarkan survey tendensi bisnis. Sementara bagi BI, ITB digunakan untuk memperkirakan cashflow penyediaan uang, apakah harus naik atau turun dari periode sebelumnya.

oke-statistik
SIGAP : Kresnayana Yahya dalam Sosialisasi dan Workshop Forum Masyarakat Statistik (FMS) di ITS.

Sedangkan bagi pelaku usaha, informasi tentang tendensi bisnis ini mampu mengindikasikan bagaimana kondisi bisnis dan perekonomian dalam kuartal triwulan selanjutnya bagi pengembangan bisnis.

“Indikator ini akan memberikan informasi ke depan, apakah bisnis membaik atau menurun,” tegas pakar statistik asal ITS, Kresnayana Yahya. Ia memaparkan metode survey tersebut secara lengkap pada Sosialisasi dan Workshop Forum Masyarakat Statistik (FMS) di ruang sidang Teknik Sipil ITS, Rabu (20/11/2013).