Kresnayana: Pemerintah Harus Galakkan Pembangunan Infrastruktur

Kresnayana: Pemerintah Harus Galakkan Pembangunan Infrastruktur
Chairperson Enciety Businees Consult Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Untuk meredam sentimen negatif pasar, pemerintah harus mulai menggalakkan sumber daya yang ada, terutama sumber daya insfrastruktur yang dimiliki pemerintah saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Chairperson Enciety Businees Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (25/9/2015).

Menurut Kresnayana, langkah tersebut harus segera diambil pemerintah agar keadaan pasar semakin membaik. “Pemerintah harus tahu kebutuhan negara ini 5 hingga 7 tahun ke depan dan mempersiapkan segalanya mulai dari sekarang,” tutur dia.

Kata dia, sudah seharusnya saat ini pemerintah dapat berpikir bagaimana membuat keadaan membaik dalam hitungan jangka panjang.  “Contohnya, pembangunan sarana sosial, pembangunan infrastruktur perhubungan dan pembangunan aktivitas yang memberdayakan kaum muda, itu semua tidak boleh dihambat. Ini karena pembangunan yang dirancang secara jangka panjang tersebut efeknya tidak dirasakan secara langsung, tapi berefek jangka panjang,” ulas dia.

Sebagai gerakan untuk kebutuhan jangka panjang, sambung Kresnayana, selain mengandalkan gerakan dari pemerintah pusat, hal ini juga harus didorong dari tingkat pemerintahan terkecil, yaitu tingkat kelurahan dan kecamatan. Selain itu, pemerintah harus dapat mengatur jadwal dan anggaran terkait pembangunan tersebut.

“Sebab, kebijakan-kebijakan yang berdurasi dan bertitik tekan pada hasil jangka panjang tersebut dapan menghadirkan rasa aman pada masyarakat yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi persepsi pasar,” urai dosen Stastistika ITS Surabaya itu.

Saat ini, masyarakat hanya tahu jika kondisi ekonomi melemah dikarenakan nilai tukar rupiah turun terhadap dolar. Karena tersebut, terang Krenayana, saat ini masyarakat harus dapat menghadapi hal tersebut.

“Banyak hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi melemahnya ekonomi nasional saat ini, di antaranya mengubah pola hidup, dalam arti agar dapat bertahan masyarakat harus dapat menyesuaikan pola hidup agar tidak terlalu konsumtif dan lebih bijak dalam pengeluaran,” tandasnya. (wh)