Kresnayana: Pemakaian Gas Alam Bisa Hemat Hingga 30 Persen

Kresnayana: Pemakaian Gas Alam Bisa Hemat Hingga 30 Persen
Department Head, Services PT PGN Krisdyan Widagdo Adhi, Dian Kuncoro, Area Head PT PGN Persero Regional II Wilayah Surabaya dan Gresik, dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (13/11/2015). foto: arya wiraraja/enciety.co

Melimpahnya ketersediaan gas alam di Indonesia diharapkan dapat dipergunakan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan tersedianya energi alternatif yang besar tersebut, masyarakat diharapkan untuk terus melakukan transformasi diri.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Business di Radio Suara Surabaya, Jumat (13/11/2015).

Menurut Kresnayana, pengusaha kecil dan menengah bila menggunakan pemakaian gas alam di dalam pembuatan hasil produknya akan dapat melakukan penghematan hingga 30 persen dibanding memakai energi lain.

“Hal itu membuat harga jualnya lebih stabil. Seperti Kampung Lontong dan pengusaha katering yang kini banyak menggunakan gas alam untuk masak, maka dapat berhemat,” kata Kresnayana

Selain untuk memasak, menurut dosen Statistika ITS Surabaya tersebut, gas alam bisa juga untuk dipergunakan sebagai bahan bakar mobil dan berbagai alat elektronik lainnya.

“Alat eektroniknya pun yang dipakai bisa multifunction dengan gas dan bukan hanya listrik atau bisa dikatakan ada modifikasi atau nozzle,” ujarnya mencontohkan.

Di tempat yang sama Krisdyan Widagdo Adhi, Department Head, Services PT PGN Regional II, mengatakan penggunaan gas alam di rumah tangga sangat aman. Karena tekanan gas alam yang disalurkan ke rumah tangga sangat rendah.

Selain itu, pihak PGN bisa melakukan langkah penghentian penyaluran gas alam bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami bisa langsung matikan di meteran jadi lebih aman. Mekanismenya sama seperti listrik setiap kampung ada gardu. Selain itu kami aktif memberitahukan pengajaran ke pada pengurus kampung yang telah dialiri gas alam agar lebih safe lagi,” kata Krisdyan.

Untuk masyarakat kota Surabaya yang ingin dialiri dan menjadi pelanggan PGN, maka dana investasi pemasangan diambilkan dari pelanggan baru. Begitu juga dengan meteran gas dari kompor itu juga pelanggan. Dan biaya pemasangan mencapai Rp 2-3 juta maksimalnya untuk biaya pemasangan standar rumah. Masyarakat yang ingin berlangganan gas alam dapat menghubungi call centre PGN di nomor 1500645 atau datang langsung di kantor jalan Pemuda Surabaya.

“Lebih hemat hanya mahal di awal. Contohnya di rumah biasanya sebulan pakai LPG 2 tabung. Tapi bila pakai kami (PGN red), maka dapat menghemat Rp 15 ribu perbulan dan otomatis selama 10 bulan kedepam sudah kembali modal,” ujarnya.

Untuk penggunaan gas alam sebagai bahan bakar mobil, PGN sendiri di Surabaya sudah mempunyai lima Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) dan dua di antaranya dikelola oleh swasta yang pasokan gasnya berasal dari PGN.

Sedangkan di Jatim sendiri ada 11 SPBG. Selain itu, disambung Krisdyan, pihak PGN juga sedang mengadakan SPBG berjalan yang melakukan jemput bola ke pelanggan untuk mengisi gas ke mobil yang butuh pasokan.

“Dengan mobil yang sudah pakai BBG sebagai bahan bakarnya maka akan tercipta lingkungan yang bersih. Bagi yang mau mobilnya gunakan gas alam cukup hanya memodifikasi untuk converter kit yang hanganya mencapai Rp 10-15 juta. Hingga kini, pengguna BBG belum banyak karena masyarakat lebih pentingkan modifikasi dan aksesoris mobil dibanding buang uang untuk beli converter gas,” sesalnya. (wh)