Kresnayana: Pahami Sinyal Pertukaran Pasar Ekonomi Antardaerah

Kresnayana: Pahami Sinyal Pertukaran Pasar Ekonomi Antardaerah

Jusmina Mauri (Ketua Komunitas Perempuan Yapentimur Kota Jayapura), Marta Erhai Likliwati (Koordinator Perempuan St Petrus Waena Papua), Nanik Heri (Coach Pahlawan Ekonomi Surabaya) dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (5/8/2016).

Kedatangan 15 perempuan asal Papua ke Surabaya untuk mengikuti workshop Pahlawan Ekonomi merupakan sinyal pertukaran informasi dan kebudayaan. Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, pertukaran tersebut dapat berkembang lagi menjadi pertukaran pasar ekonomi.

“Seperti yang kita ketahui, Papua memiliki hasil alam yang berlimpah. Namun kekayaan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Contohnya buah matoa, buah tersebut telah banyak dijual di berbagai supermarket yang ada. Jika musim panen di Papua tiba dan pasokan berlimbah, masyarakat disana hingga kebingungan untuk menjual buah tersebut,” urai Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult, Jumat (5/8/2016).

Menurut dia, ke depan jika pertukaran pasar ekonomi itu terwujud, maka kesulitan semacam itu tidak akan kita jumpai lagi. Terlebih, memasuki era persaingan usaha secara global, kita sangat memerlukan informasi yang berkaitan potensi-potensi komoditas di daerah.

“Untuk itu, perlu adanya komunikasi yang baik antarwilayah guna mewujudkan hal tersebut. Pertukaran informasi tersebut dapat terwujud dengan adanya kunjungan-kunjungan seperti yang dilakukan oleh 15 perempuan yang berasal dari Papua ini,” papar dia.

Selain memahami potensi di daerah, kata Kresnayana, kunjungan semacam ini juga sangat diperlukan untuk membandingkan perkembangan pada daerah yang dikunjungi dan daerah asal mereka.

“Untuk memajukan daerah, kita perlu membandingkan antara satu dengan yang lain. Lantas, untuk dapat memajukan daerah kita harus meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) yang ada. Terlebih, Papua yang saat ini dikenal dengan kearifan lokalnya kedepan bakal menjadi primadona bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

Kresnayana mengimbuhkan, dengan mengikuti kegiatan pelatihan Pahlawan Ekonomi ini, ketika mereka kembali ke Papua, para ibu atau mama tersebut dapat meningkatkan SDM yang ada.

“Mereka dapat mengolah potensi hasil alam yang ada secara maksimal. Contohnya, mereka dapat membuat kerajinan dari eceng gondok yang ada di Papua untuk dapat dijual dan dipasarkan,” ungkapnya. (wh)