Kresnayana: Generasi Milenial Makin Filantropis

Kresnayana: Generasi Milenial Makin Filantropis

Eva Bachtiar, Dedhy Trunoyudho. dan Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Pola pikir tiap generasi berbeda dalam menyikapi 74 tahun Indonesia Merdeka,. Contohnya, generasi baby boomers dan generasi X. Mereka sangat berbeda dengan generasi milenial. Generasi milenial memiliki pola pikir sosial dan kemanusiaan lebih tinggi jika dibandingkan dengan dua generasi tersebut.

Hal ini disampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (16/8/2019).

“Anak muda sekarang punya jiwa filantropi yang tinggi. Artinya, Indonesia saat ini berbeda dengan dulu. Anak muda sekarang belum punya banyak uang, namun punya keperdulian dan jiwa kemanusiaan yang tinggi. Yang terpenting, untuk anak muda sekarang itu harus banyak pengalaman. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Saya yakin jika pengalaman-pengalaman itu dapat bermanfaat di kemudian hari,” ujar dia.

Dalam acara itu dihadiri dua Co-Founder Garda Pangan, Eva Bachtiar dan Dedhy Trunoyudho.

Kresnayana mengatakan, anak-anak muda sangat concern dengan perkembangan teknologi. Satu di antaranya dengan membuat startup yang bergerak dalam kegiatan kemanusiaan.

Garda Pangan, mislanya. Salah satu startup (perusahaan rintisan) yang hadir dengan konsep kemanusian. Garda Pangan menyalurkan surplus makanan kepada para masyarakat yang membutuhkan.

“Ini menjadi contoh anak muda atau kaum milenial punya jiwa keperdulian yang tinggi,” terang pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Kata dia, dunia digital bukan tempat untuk ngerasani orang. Di sana banyak yang dapat dilakukan. Salah satunya yang dilakukan Garda Pangan. Mereka membantu menyalurkan makanan berlebih kepada masyarakat yang kekurangan.

“Artinya, saat dunia digital dapat membangun manusia makin manusiawi,” papat Kresnayana.

Dedhy Trunoyudho menambahkan, selain aspek sosial dan kemanusiaan, ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan Garda pangan. “Saat ini kami memiliki 110 titik tempat menyalurkan makanan. Kami tidak ingin mereka ini tergantung kepada Garda Pangan. Untuk itu, sekarang kita rolling berapa hari sekali untuk menyalurkan makanan,” tandasnya.

Sementara itu, Eva Bachtiar menegaskan jika Garda Pangan berkomitmen dalam bidang sosial. Ia berharap, ke depan bakal terus memperluas jaringan dengan menambah kerja sama dengan perusahaan-perusahaan makanan.

“Selama ini. kami masih konsentrasi menerima dan menyalurkan makanan kepada masyarakat yang memerlukan. Kami ingin lebih memilah makanan dari gizi dan nutrisi. Di mana harapan kami, hal ini dapat membantu memecahkan permasalahan gizi buruk yang ada di masyarakat,” pungkasnya. (wh)