Kresnayana: Daur Ulang Limbah Plastik Bakal jadi Bisnis Menggiurkan

Kresnayana: Daur Ulang Limbah Plastik Bakal jadi Bisnis Menggiurkan

(ki-ka) Welly Desta, Indra Noviyansyah, Willy Tandiyo, Christine Halim dan Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Surabaya, Jumat (1/3/2016). foto: arya wiraraja/enciety.co

Saat ini sampah plastik menjadi salah satu permasalahan serius bagi Indonesia. Namun, jika di cermati dan dikelola dengan baik, sampah-sampah tersebut dapat menjadi sangat bermanfaat bagi kita.

“Pengelolaan yang tepat bagi sampah atau limbah plastik ini sangat diperlukan untuk dapat menyeimbangkan ekologi kita,” papar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue bertajuk “Prospek Daur Ulang Plastik”, di Radio Suara Surabaya, Jumat (1/3/2016)

Menurut Kresnayana, saban hari ada sekitar 4 hingga 5 juta katong plastik dibuang. Dari sekitar 55 juta rumah tangga yang ada saat ini, minimum 1 botol plastik dibuang.

Di Indonesia, ada sekitar 18 hingga 22 juta ton plastik mengambang di laut. Jika plastik ini sampai tenggelam dan menyentuh dasar laut, maka sangat sulit dibersihkan.

Dia lalu mengatakan, pemanfaatan atau proses daur ulang limbah plastik yang jumlahnya tidak sedikit tersebut memiliki nilai ekonomi tidak kecil. Dengan mengolah limbah plastik tersebut dapat menciptakan dan menyerap lapangan kerja baru.

“Pengelolaan limbah plastik di Indonesia dapat menyerap ribuan hingga jutaan tenaga kerja baru. Contohnya seperti sampah plastik, pasti bakal dipungut. Ini karena mereka tahu kalau sampah plastik punya nilai ekonomi tinggi” ulas dia.

Kata dia, sampah plastik yang dihasilkan paling banyak dihasilkan di daerah perkotaan. Angkanya kurang lebih 5 sampai 14 persen dari sampah yang dihasilkan adalah sampah plastik.

“Pada tahun 2016 di Kota Surabaya sendiri, diperkirakan kurang lebih ada sekitar 400 ton sampah plastik yang dihasilkan saban harinya. Ke depan, pengolahan sampah atau limbah plastik ini bakal jadi bisnis yang menggiurkan jika dijalankan secara profesional,” cetus dia. (wh)