Kresnayana: Banyak Tengkulak Beli Hasil Panen Di Bawah Standar

Kresnayana: Banyak Tengkulak Beli Hasil Panen Di Bawah Standar

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (8/4/2016). foto: arya wiraraja/enciety.co

Jawa Timur merupakan salah satu daearh penghasil hortikultura terbesar di Indonesia. Tiap bulan dalam satu tahun terus mengalami musim panen. Pada April dan Mei, Jawa Timur mengalami panen beras. Sedangkan akhir Mei hingga Juni kita mengalami musim panen tebu dan lain sebagainya.

“Saat ini, untuk dapat menjaga kelancaran jalannya produksi, para petani harus dapat menjaga nilai tukar petani. Jika hasil panen mereka dihargai dengan nilai yang rendah, mereka bakal kesulitan mengelola proses produksi pertanian selanjutnya,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (8/4/2016).

Menurut Kresnayana, perputaran perekonomian di desa terjadi pada waktu musim panen. Untuk menjaga nilai tukar petani tersebut, yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan membuat berbagai kebijakan yang dapat membantu petani.

Menurut data yang dihimpun oleh Enciety Business Consult, di lapangan hingga kini masih banyak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang membeli hasil panen jauh di bawah harga standar, yaitu sekitar Rp 3.000 hingga Rp 3.400.

“Di saat situasi over supply, tugas pemerintah adalah mengahasilkan kebijakan agar petani dapat mempertahankan harga panen mereka tetap tinggi dengan cara memberikan patokan bagi harga jual petani. Tercatat, untuk harga gabah kering panen mencapai Rp 3.700, sedangkan gabah kering giling saat ini mencapai Rp 4.100 hingga Rp 4.600.” ungkap papar statistika ITS ini.

Selain itu, terang Kresnayana, saat ini pemerintah juga punya program yang dinamakan Serap Gabah Petani (Sergap). Dalam pelaksanaannya, program ini juga didukung oleh Pangdam V Brawijaya. Harapan dari diadakannya program ini adalah untuk dapat memastikan dan melindungi kesejahteraan para petani.

“Diharapkan, dengan dibantu tentara, para petani dapat merasa aman. Selain itu, para tengkulak atau para pedagang beras tidak dapat memainkan harga sehingga dapat merugikan para petani,” tutur dia. (wh)