Kresnayana : Anak Muda Harus Konsisten dan Karya dan Usaha

Kresnayana : Anak Muda Harus Konsisten dan Karya dan Usaha

Dhahana Adi (penulis), Sigit Proyanto (pengusaha muda), dan Kresnayana yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/11/2016). foto:arya wiraraja/enciety.co

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya menegaskan, untuk menjadi sukses dan sejahtera, anak muda tidak harus diukur melalui banyaknya materi atau uang yang mereka dapatkan. Karena ke depan, para individu tidak hanya berpikir berdasarkan logika. Mereka juga berpikir menggunakan perasaan, empati, dan kemanusiaan.

“Jika kita konsisten terhadap karya yang kita hasilkan dan kembangkan, kita bakal menuai hasil jauh lebih baik jika diukur berdasarkan materi,” ujar Kresnayana dalam acara Perspective Dialoge di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/11/2016).

Kresnayana menegaskan, hasil yang dapat dituai dari konsistensi membuat sebuah karya di antaranya adalah kepuasan batin. “Dengan kepuasaan batin, kita dapat melakukan pekerjaan besar. Dan buah dari pekerjaan tersebut nantinya bakal jauh di atas ekspektasi yang selama ini kita bayangkan,” ulas pakar statistika ITS itu.

Menurut Kresnayana, pekerjaan paling menarik adalah yang sesuai minat dan bakat. Jika itu terwujud, mereka bakal dapat mewujudkan hal besar.

Kresnayana lalu menyebut Sigit Priyanto, owner Bakso Hitam Chokjudez, dan Dhahana Adi, penulis muda yang juga dosen salah satu perguruan tinggi di Surabaya.

“Mereka berdua adalah contoh anak-anak muda yang konsisten dengan karya atau usahanya. Mereka punya semangat dan keteguhan hati melakoni usahanya,” papar Kresnayana.

Dhahana Adi, menulis Buku Surabaya Punya Tjerita Volume I yang rilis tahun 2014 dan Surabaya Punya Tjerita Volume 2,5 yang tahun ini baru saja dirilis.

Menurut Dhahana Adi, yang karib di sapa Ipung itu, Surabaya saat ini telah berusia 723 tahun banyak menyimpan cerita menarik yang belum pernah diangkat para penulis kebanyakan.