Kresnayana : 620 Juta Orang ASEAN Belajar Bahasa Indonesia

Kresnayana : 620 Juta Orang ASEAN Belajar Bahasa Indonesia
Wakil Ketua Ikapi Jatim Abdan Dadang (kiri), General Manager Toko Buku Togamas Pujiono (tengah), dan Kresnayana Yahya (kanan).

Nilai sebuah buku akan sangat berharga bila si pembaca memahami apa yang dimaksudkan oleh penulisnya. Ini karena setiap buku perlu dinikmati dan diserap pengetahuannya oleh pembaca.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, kekuatan berbahasa sebuah buku itu menentukan segalanya. “Ternyata mengerti dan paham bahasa Indonesia itu sangat penting sekali oleh para penulis dan pembaca buku,” katanya dalam acara talk show Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (14/11/2014).

Kata Kresnayana, bila sang penulis tidak paham kayanya bahasa Indonesia, maka akan rugi sendiri. Di tahun 2015 sendiri, diperkirakan akan ada 620 juta orang dari negara ASEAN yang akan mempelajari bahasa Indonesia.

“Namun kita juga tidak bisa melupakan pemakaian bahasa asing sebagai pembelajaran untuk menambah pembendaharaan kata, terutama bagi penulis,” ucapnya.

Dia lalu melanjutkan, di sekolah dasar (SD) sekarang banyak orang tua yang komplain karena pelajaran bahasa Indonesianya yang berat dimengerti. Penulisnya memakai kata-kata terlalu tinggi.

Menurut dosen Statistika ITS ini, ada dua alasan melatarbelakangi, yaitu penulisnya orang yang baru membuat buku dan bahasa penerjemahnya dari bahasa asing atau terjemahannya kurang bagus.

“Juga gurunya yang kurang membaca membuat muridnya tidak paham. Caranya setiap guru sesering mungkin bisa belajar di koran secara ajeg agar perbendaharaan kata bertambah,” lanjutnya.

Kresnayana juga meminta agar setiap keluarga membeli buku itu sebagai kewajiban. Orang tua harus membelikan buku dibanding mainan agar anaknya anteng dan menambah pengetahuan.

“Dengan membaca buku maka pengetahuan anak akan bertambah dibanding diberi mainan,” pungkasnya.

Wakil Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Timur Abdan Dadang mengatakan, pihaknya kini bersinergi dengan zaman. Anggota Ikapi sebanyak 1.186 orang ini setiap tahunnya diadakan pertemuan.

“Buku yang bagus jadi pembahasan dalam pertemuan ini agar dapat ditiru. Juga bisa meningkatkan kualitas diri,” kata Dadang.

General Manager Toko Buku Togamas Pujiono mengatakan bila media sosial tidak begitu mengurangi minat baca. Ia berharap agar penulis konsen membuat tulisan yang bagus dan bermutu.

“Karena kini jadi penulis itu kerjaannya dobel, lho. Mulai nulis, editor, dan marketing,” kata Pujiono. (wh)