Kredit Perbankan Jatim Didominasi Modal Kerja

Kredit Perbankan Jatim Didominasi Modal Kerja

Bank Indonesia Wilayah IV Jatim mencatat penyaluran kredit di Jatim untuk modal kerja dan investasi pada triwulan pertama 2014 masih mendominasi. Proporsi kredit ini mencapai 73,6 persen dari total kredit.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jatim Dwi Pranoto mengatakan, tumbuhnya kredit perbankan Jatim menunjukan dukungan industri perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan perbankan di Jatim terhadap pertumbuhan ekonomi terasa jelas terutama penyaluran kredit produktif yang mendominasi penyaluran kredit di Jatim

“Pertumbuhan penyaluran kredit di Jatim yang masih diatas rata-rata nasional, sebesar 20,4 persen, yang didukung oleh terjaganya kualitas kredit yang tercermin dari rendahnya rasio Non Performing Loans (NPL) yang tercatat sebesar 2,09 persen,” kata Dwi Pranoto di Surabaya.

Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan Jatim hingga bulan Februari 2014 sebesar Rp 307,54 triliun. Jumlah ini bertumbuh 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dwi menambahkan, tingginya angka penyaluran kredit menujukkan berjalannya fungsi intermediasi perbankan di Jatim. Hal ini juga tercermin dari angka Loan to Deposit Ratio (LDR) berdasarkan lokasi proyek atas penggunaan kredit yang mencapai 102,79 persen.

Angka LDR yang berada diatas level 100 persen mengindikasikan adanya net investasi dari luar wilayah Jatim masuk ke Jatim melalui jalur perbankan, dan yang menggembirakan sebagian besar merupakan kredit produktif.

“Kedepan, tentunya kondisi ini akan lebih baik, jika kredit disalurkan secara lebih merata pada berbagai daerah, serta untuk lapisan jenis dan kelas usaha, baik untuk usaha skala besar, maupun UMKM,” pungkas Dwi Pranoto.(kmz/ram)