Kreavi Benahi 20 Produk UKM lewat Program Tatarupa

Kreavi Benahi 20 Produk UKM lewat Program Tatarupa
Workshop Tatarupa di Forward Factory, Gedung Spazio, Surabaya, Minggu (25/10/2015). foto:arya wiraraja/enciety.co

Untuk mendorong laju perekonomian nasional yang saat ini sedang melemah, para pelaku ekonomi dan seluruh stakeholder harus dapat mengembangkan dan mendorong para pelaku usaha kecil mikro (UKM), khususnya di daerah agar dapat menguasai pasar lokal.

Karenanya, untuk menumbuhkembangkan UKM membutuhkan strategi yang tepat. Sayangnya, karena sering dianggap usaha kecil, perhatian terhadap UKM hanya bersifat sebatas pendanaan mikro berupa pinjaman lunak dari lembagalembaga keuangan.

Tidak hanya sebatas itu, agar para pelaku UKM dapat bertahan dan berkompetisi didalam pasar global yang dibawa oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), mereka butuh pembinaan terkait pemasaran produk. Ini agar mereka mampu berkompetisi dengan berbagai pihak baik di pasar lokal maupun internasional.

Untuk itu, Kreavi sebagai sebuah wadah bagi desainer dan talenta kreatif visual di Indonesia yang bertujuan mendorong anak muda untuk berkarya dan berkreasi dalam seni dan desain, mengadakan program bertajuk Tatarupa.

Program ini digalakkan untuk dapat menjembatani desainer dengan UKM Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi agar dapat berkolaborasi dalam menciptakan sebuah branding produk untuk para pelaku UKM lokal Kota Surabaya. Penyelenggaraan program Tatarupa bukan yang pertama. Ini kali kedua program ini dilakukan.

“Lewat program ini dipertemukan 20 pelaku UKM dengan 20 desainer dari berbagai latar belakang untuk bersama agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi melalui perubahan logo, kemasan, hingga tampilan yang menarik sekaligus menjual,” ujar Timothy Istianto, Visual Director dari Kreavi.com, disela Workshop Tatarupa di Forward Factory, Gedung Spazio, Surabaya, Minggu (25/10/2015).

Timmy, begitu karib ia disapa, mengatakan jika ada beberapa UKM yang berpartisipasi dalam Tatarupa kali ini. “Seperti produsen batik, tas dan aksesoris, jamu, hingga produk olahan kuliner, seperti cokelat dan kue kering lainnya,” ujarnya.

“Kreavi percaya, perubahan pada desain produk dapat menciptakan dampak dan nilai lebih bagi para pelaku UKM, baik itu dalam hal omzet maupun pangsa pasar yang disasar. Desain juga merupakan media yang mampu menyampaikan pesan, sekaligus membantu menciptakan peluang dan kesempatan bagi para pelaku UKM Surabaya agar dapat merambah pasar muda yang lebih aktif,” tandas dia. (wh)