KPU Surabaya Tetapkan DPT Pilwali 2015

KPU Surabaya Tetapkan DPT Pilwali 2015
Nurul Amalia, Komisioner KPU Kota Surabaya

Komisi Pemilihan umun (KPU) Kota Surabaya menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilihan umum pemilihan wali kota (Pilwali) Surabaya 2015 sebanyal 2.280.015.

Angka itu adalah hasil singkronisari dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang di miliki KPU Kota Surabaya dengan Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Pilpres tahun 2014.

“Perbandingan angka DP4 dengan DPT yang telah disahkan KPU Surabaya terdapat selisih 208.679. Hal ini wajar karena dalam kurun waktu beberapa bulan banyak perubahan pada jumlah penduduk Kota Surabaya,” ujar Nurul Amalia, Komisioner KPU Kota Surabaya, kepada enciety.co, di kantornya Jalan Adityawarman, Surabaya, Selasa (30/6/2015).

Nurul lalu menjelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan pendataan tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di seluruh Kota Surabaya. “Saat ini, kami telah mendata kurang lebih sekitar 3.937 TPS yang ada di Kota Surabaya. Meski ada selisih 208.679 orang dalam DPT, kami tidak akan menambah jumlah TPS yang ada,” tegasnya.

Dalam pemilihan lokasi TPS, KPU telah berkoordinasi dengan perangkat RT/RW setempat untuk memastikan lokasi mana saja yang potensial. “Kami telah merumuskan lokasi yang strategis, selain itu kami juga memaksimalkan jumlah TPS yang ada,” papar Nurul.

Untuk mengurangi kesalahan dalam pendataan DPT Pilwali Kota Surabaya saat ini KPU Surabaya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya.

“Untuk mendata perubahan jumlah penduduk Surabaya, contohnya jika ada yang meninggal atau pindah domisili, kami harus terus meng-update data yang terus berubah hingga waktu yang ditentukan,” papar dia.

Selain itu, untuk meng-update data pemilih tersebut, KPU Surabaya langsung turun ke bawah dari rumah ke rumah. “Dengan metode pemcocokan dan penelitian (coklip) tim KPU Kota Surabaya turun langsung ke tingkat RT dan RW, kami mendata langsung door to door atau dari rumah ke rumah,” jelasnya.

Coklip akan dilaksanakan KPU Kota Surabaya mulai 15 Juli hingga 19 Agustus 2015. Dalam metode coklip KPU Surabaya mencocokkan nama, alamat, usia, dan status pekerjaan.

“Kita akan mencoret DPT jika ada nama yang telah meninggal, status pekerjaannya telah menjadi seorang anggota TNI/Polri,” ungkap Nurul. (wh)