KPU Jatim Sosialisasi Pemilu pada Difabel

KPU Jatim Sosialisasi Pemilu pada Difabel

Puluhan anggota Persatuan Penyandang Difabel Indonesia (PPDI) Jatim datangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim untuk belajar memberikan hak suaranya pada Pemilihan Umum (Pemilu), April mendatang.

Ketua PPDI Ardi Hidayat mengatakan, kedatangannya bersama anggotanya adalah untuk mengerti tata cara coblosan Pemilu. “Sebelumnya kami belum mengetahui cara mencoblos dalam pemilu,” katanya, Senin (20/1/2014).

Di KPU Jatim sendiri mereka langsung mendengarkan sosialisasi pemilu yang diberikan oleh pihak KPU.  Dalam acara sosialisasi pemilu tersebut, mereka tampak antusias mengikuti alur dengan seksama. Mereka secara bergantian menggenalkan diri dan juga asal organisai dan juga kota/kabupaten secara berurutan. Organisasi mereka diantaranya Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) dan Disabilitas Motorcycle Indonesia (DMI).

Mereka juga menyampaikan 11 Rekomendasi kepada KPU yang telah dirapatkan sebelumnya oleh PPDI Jatim. Di antaranya, pemerintah dapat melakukan pendataan terhadap pemilih difabel serta memperhatikan kebutuhan khusus difabel agar dapat berpartisipasi sepenuhnya terhadap penyelenggaraan Pemilu.

Pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Pemilu seperti KPU, Bawaslu agar memeperhatikan kebutuhan khusus penyandang disabilitas dari segi pelayanan dan akses informasi.

Juga memperhatikan dan menidaklanjuti bentuk-bentuk pelanggran terkait proses dan tahapan Pemilu yang terjadi terhadap pemilih difabel. Pengurus organisasi-orgaisasi penyandang disabilitas di Jatim dapat berperan aktif dalam melakukan pendidikan pemilih serta sosialisasi pemilu terhadap para pemilih difabel dalam rangka meningkatkan partisipasi difabel dalam Pemilu 2014.(wh)