KPR Kuasai Pembiayaan Properti dari Survei BI

 

KPR Kuasai Pembiayaan Properti dari Survei BI

Hasil pada triwulan I-2014, pelambatan penjualan properti juga mempengaruhi perlambatan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Penyaluran Apartemen (KPA).

Seperti yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia pada Jumat (16/5/2014), berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR), penggunaan KPR masih menjadi sumber pembiayaan dominan bagi konsumen dalam bertransaksi.

Tercatat, sebesar 72,32 persen konsumen masih memilih menggunakan KPR untuk pembelian properti residensial, dengan suku bunga rata – rata antara 9 hingga 12 persen. Pembiayaan terbanyak dari KPR adalah untuk rumah tipe kecil.

Selain melalui fasilitas KPR, pembiayaan secara tunai bertahap dilakukan konsumen dengan komposisi sebesar 15,55 persen, dan sisanya 12,3 persen memilih membayar tunai.

Dari segi pembiayaan proyek, sebagian besar responden mengungkapkan lebih mengandalkan dana internal perusahaan untuk menjadi sumber utama dalam pembiayaan proyek properti. Dari segi komposisi tercatat pembiayaan yang berasal dari dana internal sekitar 45,10 persen, labah ditahan 35,01 persen, dan sisanya joint venture 3,10 persen. (lp6/wh)