KPPU Duga Pertamina  Lakukan Praktik Kartel

KPPU Minta Pemberlakuan Tarif Listrik Perusahaan Disamakan

PT Pertamina (Persero) diduga ikut melakukan praktik kartel dan monopoli terkait sektor minyak. Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan proses penelitian terkait dugaan kartel yang dilakukan. Dugaan tersebut sudah ditelusuri sejak awal Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menaikkan harga BBM kemudian menurunkannya kembali.

“Ketika harga BBM itu diturunkan kembali, sempat ada statement petinggi Pertamina akan turunkan harga Pertamax kalau dua perusahaan kompetitor lainnya ikut menurunkan harga. Ini kan indikasinya mengarah ke kartel karena seolah-olah mereka mengondisikan harga,” jelas Syarkawi.

Namun, dia menyatakan, masih terus meneliti dugaan kartel tersebut hingga saat ini. Sebab, itu merupakan sinyal bahwa perusahaan minyak tersebut seakan melakukan pengaturan harga bersama.

Selain itu, Syarkawi juga membeberkan sempat ada kasus lain terkait dugaan kartel yang dilakukan Pertamina. Kasus tersebut, yaitu kewajiban penggunaan oli Pertamina terhadap semua kapal yang memiliki kontrak dengan perusahaan tersebut.

“Kan banyak pengusaha kapal berkontrak dengan Pertamina. Semua kapal itu diwajibkan gunakan oli produksi mereka. Itu terang-terangan di website. Bisnis ini menghalangi merek lain untuk ikut di pasar yang sama,” jelas Syarkawi.

Padahal, menurut pengusaha perkapalan, lanjut dia, oli di luar produksi Pertamina jauh lebih murah 15 persen. “Tapi tahu-tahu sudah menghapus ketentuan itu di website mereka sebelum kita bawa ke ranah hukum. Itu tahun ini awal-awal,” pungkasnya. (oke)