KPK Serahkan 1.000 Permainan Antikorupsi ke Pemkot Surabaya

KPK Serahkan 1.000 Permainan Antikorupsi ke Pemkot Surabaya
Dari Kiri (Ester Sainsbury – Departemen Of Foreign Affair And Trade – DFAT Australia, Tri Rismaharini – Wali Kota Surabaya, Taufiequrachman Ruki – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi – KPK Sementara, saat di Balai Kota Surabaya, Rabu 8 Juni 2015.

Komisi pemberantasan korupsi (KPK) terus melakukan inovasi dalam upaya pencegahan korupsi. Kali ini, strategi pencgahan dilakukan melalui permainan edukatif yang dikhususkan bagi anak dan diberi nama sembilan nilai permainan anak antikorupsi (SEMAI).

Sebelumnya, SEMAI diluncurkan pertama kali diluncurkan di Jakarta pada 21 April 2015. Untuk menyosialisasikan permaian ini agar dipergunakan oleh anak seusianya, KPK menyerahkan seribu perangkat permainan SEMAI kepada Pemkot Surabaya. Penyerahan dilakukan Ketua sementara KPK Taufiequrachman Ruki kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam kesempatan tersebut Ruki mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang telah menjadi mitra KPK dalam beberapa program pencegahan korupsi. Sebelumnya, KPK dan Pemkot telah mengadakan pelatihan untuk fasilitator dan agen Saya perempuan anti korupsi (SPAK) pada april lalu.

“Kami berharap agar program ini dapat berkelanjutan, selain itu agen SPAK dapat menjadi mitra Pemkot Surabaya untuk membantu dalam sosialisasi antikorupsi di Surabaya, Khususnya di Indonesia,” papar Ruki.

Seperti namanya, permainan yang berisikan sembilan nilai antikorupsi, diantaranya adalah kejujuran, keperdulian, kemandirian, keadilan, tanggung jawab, kerjasama, sederhana, keberanian dan kedisiplinan. Dengan permainan yang menyenangkan, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter mulia dan berintegritas.

“Nilai-nilai tersebut jika di ajarkan mulai dini, kami sangat yakin akan membawa manfaat hingga mereka tumbuh besar dewasa dan ketika mereka menjadi bejabat publik atau menjalani profesi yang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa permainan SEMAI merupakan salah satu dari empat alat bantu yang digunakan dalam program SPAK, khususnya untuk segmen anak-anak. Permainan ini dimainkan berdua atau berkelompok. Permaian ini terdiri dari papan permainan yang terdiri dari dua bagian. Pada papan permainan terdiri dari dua bagian, masing-masing bagian terdiri dari sembilan kotak yang bergambar yang bertuliskan nilai-nilai antikorupsi.

“Dengan permainan yang berbasis pembiasaan pada situasi antikorupsi, KPK berharap nilai-nilai tersebut bisa dengan mudah dicerna, dipahami dan ditiru, sehingga internalisasi nilai dilakukan secara alami dan menyenangkan,” pungkasnya. (wh)