KPK Kembali Tetapkan Jero Wacik Sebagai Tersangka

Indonesian energy and minerals minister

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali menetapkan tersangka Jero Wacik (JW), atas dugaan kasus penyalahgunaan anggaran di Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) tahun 2008-2013, saat dipimpinnya.
Kepala Pemberitaan dan informasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Priharsa Nugraha, mengatakan, lembaga antirasuah itu kembali menetapkan JW sebagai tersangka. Sebelumnya, politisi senior Partai Demokrat itu juga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerasaan di lingkungan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kata dia, penetapan ini merupakan hasil dari pengembangan yang dilakukan penyidik KPK dari kasus sebelumnya dan juga tambahan informasi dari masyarakat. “Dugaan kerugian Negara akibat perbuatan yang dilakukan oleh JW saat menjabat kmenbudpar adalah sekitar Rp7 miliar, pada kasus JW di Kemenbudpar,” kata Priharsa kepada wartawan, di Gedung KPK, Jumat (5/1/2015).
Saat ini, kata dia, penyidik KPK masih terus melakukan pendalaman atas kasus yang dilakukan anggota Dewan Pertimbangan Partai Demokrat tersebut. “Yang bersangkutan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi,” pungkasnya.
Sebelum ini, Jero Wacik sudah ditetapkan sebagai tersangka seiring dengan operasi tangan saat menjabat sebagai Menteri ESDM. Saat itu, KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini. Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka namun sampai saat ini KPK belum melakukan penahanan. (oke)