Kota Sekitar Surabaya Waspadai Luberan Dolly

 

Kota Sekitar Surabaya Waspadai Luberan Dolly

Daerah sekitar Surabaya mulai waspadai luberan PSK Dolly.  Wali Kota Pasuruan Hasani menyatakan daerahnya mulai terkena imbas penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak, Surabaya. Beberapa pekerja seks komersial (PSK) Dolly sudah banyak pindah kerja ke Pasuruan, dengan menyaru di warung remang-remang.

“Pemprov Jatim sudah meminta setiap pemerintah kabupaten dan kota (Pemkab dan Pemkot) melakukan upaya antisipasi kembalinya para PSK Dolly dan Jarak ke daerah masing-masing. Mereka jangan sampai pindah praktik, sebab mereka sudah diberi bekal ketrampilan dan kompensasi,” ujar Hasani menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (20/6/2014).

Menurut Hasani, ia mendapatkan informasi dari para staf terkait hijrahnya sejumlah PSK asal Kota Pasuruan dan tetap menjajakan bursa layanan seks komersial di sejumlah warung remang-remang di Kota Pasuruan.

Sementara itu kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengungkapkan bahwa para PSK Dolly dan Jarak yang dipulangkan ke Malang tidak memiliki identitas yang jelas. Hal itu diketahui setelah Dinkes Kota Malang mendapatkan surat rekomendasi dari Dinkes Provinsi Jatim untuk melakukan pemeriksaan pada tiga orang PSK asal Dolly yang telah dipulangkan ke Kabupaten Malang.

“Kami mendapat surat rekomendasi dari Dinkes Provinsi Jatim untuk melakukan cek kesehatan bagi tiga PSK tersebut. Tetapi identitas PSK tidak jelas,” ujar Kepala Dinkes Kota Malang, Asih Tri Rahmi, kepada wartawan, Jumat. Untuk itu, pihaknya akan melaporkan kembali data PSK pada Dinkes Provinsi Jatim agar pengawasan dan penanganan PSK itu tidak sampai praktik di Malang.

“Kami bisa melakukan pemeriksaan jika sudah ada identitas yang jelas. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk menghindari adanya PSK yang terjangkit penyakit seks menular (PSM), terutama HIV/AIDS,” tutur Asih. Saat ini, Dinkes Kota Malang telah bekerja sama dengan berbagai LSM seperti Komisi Penanggulangan AIDS guna memberikan pembinaan mengenai penyebaran penyakit seks menular.

“Kami juga berharap masyarakat ikut mengawasi warga yang memliki potensi tinggi untuk terjangkit PSM,” katanya.

Dari Sampang, Madura dilaporkan, penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya juga memaksa sedikitnya empat orang PSK asal Kabupaten Sampang juga sudah dipulangkan ke daerah asalnya. Dari data Biro Kesra Provinsi Jawa Timur ada empat orang PSK asal Sampang di pulangkan

Syamsul Arifin, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Pelayanan kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Sampang yang dikonfirmasi semalam membenarkan, ada empat orang PSK asal Sampang sudah dipulangkan, Rabu (18/6) baru lalu. Ia menolak menyebutkan identitas PSK tersebut karena jangan sampai mereka ditolak kehadirannya ke tengah-tengah masyarakat.

“Yang penting, mereka akan diperiksa kesehatannya. Kalau sampai menderita PSM, dilakukan pengobatan rutin sampai sembuh sebelum mereka membina rumah tangga yang benar,” ujarnya sambil membenarkan, para eks PSK itu berpenampilan menarik karena sudah tersentuh modernasi kosmetika.

Antisipasi kepulangan PSK asal Sidoarjo, juga sudah diantisipasi Pemkab Sidoarjo. Bupati Sidoarjo H Saiful Illah minta tempat hiburan Sidoarjo, diperketat. Instansi terkait harus antisipasi dan waspada terhadap hijrahnya eks lokalisasi Dolly dan Jarak, justru mangkal dan menjajakan layanan seksnya di Sidoarjo.

“Saya minta ada pendataan di tempat hiburan agar tidak ada praktek prostitusi di Sidoarjo,” ujar Saiful Illah, yang dihubungi Sabtu (21/6) tadi pagi. Dia menadaskan, Dinkes diminta proaktif melakukan tes kesehatan atas PSK yang pulang kampung itu guna mencegah penyebaran PSM terlebih lagi virus pengidap HIV/AIDS.

“Saya harap ada tes kesehatan pada perempuan yang bekerja di tempat-tempat hiburan malam dilakukan pemeriksaan, agar tidak tertular virus HIV/AIDS,” harap dia.

Bupati mengaku khawatir penghuni eks lokalisasi Dolly dan Jarak Surabaya, bukan warga Sidoarjo akan ‘menyerbu’ tempat-tempat hiburan dan warung remang-remang di sekitar tempat-tempat industri yang padat pekerja. Ia mengakui, penampilan PSK itu jauh lebih menarik dari perempuan baik-baik, karena lebih mengenali mata lelaki yang berhidung belang. (bst/ram)