Kota Madinah dan Makkah Dipadati Jamaah Umroh

Kota Madinah dan Makkah Dipadati Jamaah UmrohKetua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI), Fuad Hasan Mansyur menyampaikan, tahun 2014 animo masyarakat untuk pergi umrah akan meningkat pesat. Ia memproyeksi akan ada peningkatan sekitar 30 persen jamaah umrah dibanding 2013.

”Peningkatan itu tentunya sudah mulai terlihat mulai Desember ini,” kata Fuad Hasan Mansyur,.

Pendapat serupa juga diaminkan oleh Baluki Ahmad, ketua umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh). Ia yakin jumlah jamaah yang hendak umrah pada tahun ini akan lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu.

”Saya memperkirakan pada 2014 ini bisa mencapai 800 ribu jamaah,” katanya

Peningkatan jamaah umrah memang sudah mulai tampak sejak Desember ini. Bulan Desember tahun ini merupakan awal dari musim umrah 2014. Diprediksi peningkatan terbesar terjadi sekitar Juni atau saat memasuki masa liburan sekolah. Pada bulan Ramadhan, jamaah umrah akan lebih banyak lagi.

Sementara itu dari Kota Madinah, Kamis (2/1/2014) malam, Djawahir Adenan, jamaah  biro perjalanan Umroh dan Haji Al Multazam Utama Nusantara, menyampaikan informasi ke enciety.co cuaca di pagi dan sore hari mencapai 21-23 derajat. Sedang pada malam hingga pagi hari antara 6-8 derajat.

“Kami sempat transit empat jam di Singapura sebelum melanjutkan menuju Jeddah” katanya melalui kontak seluler.

Ferry Iz Mirza, pimpinan Al Multazam Utama Nusantara Sidoarjo, menambahkan, rombongan ini merupakan umroh awal bertepatan di bulan Desember 2013. Total 29 jamaah, terdiri 22 orang asal Jawa Timur dan 5 orang dari Jakarta. Mereka bertemu di Singapura kemudian bersama-sama menuju  Jeddah melalui Riyadh menggunakan Saudian Airlines. Rombongan yang berangkat tanggal 28 Desember 2013 ini melaksanakan ibadah umroh selama 12 hari dan sudah kembali di tanah air tanggal 8 Januari 2014.

Menurut Djawahir, proses imigrasi di Jeddah memakan waktu 1 jam lebih. Keluar bandara rombongan diterpa angin dingin tanpa kelembaban atau kering.  Mereka bergerak melalui jalan darat  menggunakan bis menuju Madinah sejauh 600 km, dan ditempuh selama 5 jam.

“Rata-rata jamaah menggigil sewaktu diterpa angin dingin” ujar Djawahir Adenan yang juga Komisaris Semen Indonesia.

Jumat (3/1/2014) siang setelah sholat jumat di masjid Nabawi rombongan menuju kota Makkah. Selama di Madinah mereka menempati Dallah Taibah Hotel, sedang di Makkah jamaah bermalam di Al Massa Al Ajyad Hotel hingga saat kepulangan.

Umroh merupakan salah satu ibadah yang paling ditunggu umat Islam. Meskipun bukan ibadah wajib sebagaimana ibadah haji, namun umroh menjadi kesempatan terbaik kaum muslimin menuju tanah suci. Setelah prosesi haji, pemerintah Saudi Arabia menutup tempat ibadah di Madinah maupun Makkah untuk dibersihkan. Sejak bulan Desember 2013 sudah dibuka lagi untuk umat muslim menjalankan ibadah umroh atau sering disebut sebagai “haji kecil”. (Arifin BH)