Korea Selatan Tambah Investasi Rp 8,3 T di Indonesia

 

Franky-Sibarani

Selain berupaya mendorong investor existing yang sudah beroperasi di Indonesia untuk melakukan perluasan, BKPM juga melakukan kegiatan pemasaran investasi, di Seoul, Korea Selatan melalui kegiatan Investment and Business Seminar on Indonesia yang dilaksanakan oleh perwakilan BKPM di Seoul.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan dari kegiatan tersebut pihaknya mengidentifikasi adanya minat investasi baru sebesar USD 600 juta atau setara dengan Rp 8,3 triliun (kurs 13.900 per dolar AS). Minat tersebut berasal dari berbagai bidang usaha di antaranya di bidang smelter feronikel sebesar USD 300 juta, di bidang biomas sebesar USD 100 juta dan di sektor refinery produk CPO dan turunannya, serta di sektor  industri pakan ternak dan pengolahan buah-buahan sebesar USD 200 juta.

Franky menyampaikan, BKPM akan terus mengawal minat-minat investasi yang telah disampaikan oleh investor asal Korea Selatan tersebut, untuk dapat segera direalisasikan dalam pengajuan izin prinsip. “Minat investasi tersebut dapat dikategorikan cukup serius karena mereka sudah memiliki bayangan lokasi investasinya. Seperti industri refinery produk CPO yang sudah menjajaki kemungkinan untuk investasi di Sei Mangke. Industri pakan ternak dan pengolahan buah yang sudah menjajaki di Jawa Timur. Sedangkan industri feronikel menjajaki lokasi investasi di Sulawesi Tengah. Melalui tim marketing investasi wilayah Korea Selatan dan perwakilan BKPM di Seoul, akan mengawal agar investor tersebut dapat segera mengajukan izin prinsip,” ujar Franky dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2015).

Dalam kegiatan pemasaran investasi di Seoul yang dihadiri 50 investor potensial Korea Selatan, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM Endang Aloysia menyampaikan berbagai langkah konkret dan strategis BKPM untuk menjadikan Indonesia  sebagai tujuan investasi yang menarik bagi investor dalam dan luar negeri. Langkah tersebut antara lain melalui penerapan online system dan one stop service perizinan investasi. (bst)