Kontraktor Harus Siap Hadapi Pasar ASEAN 2015

Kontraktor Harus Siap Hadapi Pasar ASEAN 2015

 

Kalangan jasa kontruksi diminta terus berbenah guna menghadapi persaingan bebas dengan terbuka pasar ASEAN bersama tahun depan. Terbukanya pasar kontruksi diharapkan tidak mematikan kontraktor lokal saat harus bersaing dengan kontraktor asing.

Hal itu ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto  seusaimembuka pertemuan International Federation of Asian and Western Pacific Contractors Associations ke-41 di Jakarta, Senin (3/3/2014). “Saya berharap  kontraktor kita terus berkembang. Tentunya itu bisa diwujudkan bila kualitas pekerjaan bisa terus ditingkatkan,” katanya

Djoko mengingatkan lalu kesepakatan perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Dimana perdagangan baik barang maupun jasa dilakukan secara bebas tanpa intervensi dari negara manapun.

“Dunia yang sudah global kedatangan mereka (kontraktor asing) tidak bisa ditahan-tahan. Apalagi di tahun 2015 seluruh ASEAN terbuka betul. Peningkatan kemampuan dan kualitas pekerjaan tidak bisa ditawar-tawar lagi,” paparnya.

Djoko mengungkapkan rasa bangganya dengan kiprah beberapa kontraktor Indonesia yang sudah mendunia dan dikenal cukup baik. Ia memberikan contoh perusahaan kontruksi pelat merah seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Hutama Karya (HK) adalah beberapa perusahaan kontruksi yang cukup disegani di luar negeri.

“Kemampuan konstruksi kita ini seperti WIKA dan HK sudah sangat bagus. Tetapi mereka jangan merasa pintar sendiri karena kemampuan mereka dan kita di sini beda. Itu perlu kita ada proses tukar menukar pengalaman,” terang Djoko.

Dia juga menyatakan, ketersediaan layanan infrastruktur sangat penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia. “Termasuk peningkatan produktivitas dan akses lapangan kerja,” tukasnya.

Infrastruktur, sambung Djoko, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain melalui nilai aksebilitas pergerakan orang, barang dan jasa.

“Harapan saya kepada para  peserta konvensi agar bertambah pengetahuan terutama kontraktor Indonesia. Jadi kontraktor kita harus meningkatkan kualitasnya. Indonesia kontraktor besar jangan sampai ketinggalan dari kontraktor negara lain agar kita jauh lebih besar,” tandasnya.(wh)