Kontraksi Ekonomi Global, Ini Dampaknya  Bagi Singapura  

Singapura, Kota Termahal di Dunia
Singapura, Kota Termahal di Dunia

Kontraksi ekonomi global juga berimbas ke  Singapura. Pertumbuhan ekonominya terkoreksi di level 4,6 persen dan jumlah wisatawannya menurun. Pada 2014 kunjungan wisatawan turun 3 persen menjadi 15 juta dari target awal 17 juta wisatawan.

Seperti dilansir Forbes, Kamis (23/7/2015), dalam 12 bulan terakhir pasar saham Singapura juga datar, sementara mata uang dolarnya mengalami penurunan hingga 9 persen. Hal tersebut tentu mempengaruhi kondisi perekonomian. Alhasil, kekayaan 50 orang terkaya di Singapura turun 5 persen.

Pengusaha properti Robert and Philip Ng (orang terkaya nomor satu di Singapura) mengalami penurunan pendapatan di perusahaannya, yakni Far East Organization dan Sino Group sejak 2012. Sementara itu, juru bicara Sino Group menyatakan penjualan melambat terutama di Hong Kong.

Selain itu, depresiasi mata uang Singapura menjadi penyebab penurunan pendapatan mereka. Seperti Kwek Leng Beng (orang terkaya nomor dua), Khoo family (orang terkaya nomor 4), the Kwee brothers (orang terkaya nomor tujuh) dan Ho Bee Land’s Chua Thian Poh (orang terkaya nomor 26) yang juga ikut mengalami penurunan.

Namun, ada konglomerat yang justru mengalami peningkatan dan naik menjadi orang kaya ke tiga. Goh Cheng Liang naik peringkat setelah saham Nippon Paint di Jepang meningkat 62 persen pada tahun lalu.

Pengusaha ritel Lim Hock Chee (Orang terkaya nomor 36) justru mendapatkan keuntungan dari jaringan supermarketnya Sheng Siong yang membuka store baru. Pengusaha lainnya, yang bergerak di bidang kesehatan Loo Choon Yong (orang terkaya nomor 28) mendapatkan peringkat miliader untuk pertama kalinya dari Raffles Medical Group.

Sementara itu, tiga pendatang baru masuk dalam daftar orang terkaya. Di antaranya adalah Shaw Vee Meng (orang terkaya nomor 31), Sir Run Run Shaw, dan veteran pertambangan Robert Friedland (orang terkaya nomor 30).  (lp6)