Konsumsi Listrik Nasional Makin Tidak Produktif

Konsumsi Listrik Nasional Makin Tidak Produktif

Dwi Setyaningsih, peneliti Enciety Business Consult

 

Konsumsi listrik di Indonesia mencapai 174 Terawatt hour (TWh) atau setara 174 miliar Kilowatt hour (KWh). Total konsumsi nasional tersebut mencakup industri, komersial, publik, dan rumah tangga.

Setiap tahun konsumsi listrik selalu mengalami kenaikan. Tidak hanya pada kegiatan produktif seperti industri dan komersial, tapi juga kegiatan konsumtif seperti rumah tangga.

Bahkan, enciety Desk Research (eDR) mencatat, dari sisi persentase pertumbuhannya, konsumsi listrik untuk kegiatan rumah tangga justru lebih tinggi dibandingkan untuk kegiatan industri.

Tahun 2012, konsumsi listrik untuk kegiatan rumah tangga mencapai  72 TWh atau tumbuh 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan di tahun yang sama, konsumsi listrik untuk kegiatan industri mencapai 60 TWh atau meningkat 10,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan konsumsi listrik untuk kegiatan rumah tangga yang lebih cepat mengakibatkan proporsi konsumsi listrik nasional mengalami perubahan pola. Jika awalnya industri menjadi paling besar dibandingkan jenis pemakaian lainnya, maka pada tahun 2006 telah digeser posisinya oleh rumah tangga. Di tahun 2004, listrik untuk industri mendominasi dengan persentase 38,0 persen namun setelah satu dasawarsa hanya menyisakan 34,6 persen saja.

Kondisi sebaliknya terjadi pada konsumsi listrik rumah tangga yang semula 36,4 persen menjadi 41,5 persen (eDR). Karena sebagian besar listrik digunakan untuk kegiatan konsumtif, maka efek terhadap perekonomian menjadi kurang. Berbeda jika listrik digunakan untuk kegiatan produktif, akan ada nilai tambah sehingga mendorong perekonomian yang lebih baik. (wh)