Konsumsi BBM Jatim Naik 15 Persen

Konsumsi BBM Jatim Naik 15 Persen
foto: enciety.co

Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami peningkatan. Ini terjadi setelah pemerintah menurunkan harga BBM.

“Ada peningkatan konsumsi di hampir semua SPBU di Jawa Timur saat harga BBM turun kemarin,” kata Area Manager Communication & Relations Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V), Heppy Wulansari, kepada enciety.co di kantornya Jalan Jagir, Surabaya. Rabu (6/1/2016).

Untuk konsumsi premium di Jawa Timur sendiri ada peningkatan sekitar 15 persen dari konsumsi normal. Hal ini berarti ada peningkatan konsumsi premium mencapai 11.400 kilo liter per hari dari konsumsi normal yang hanya mencapai 9.934 kilo liter.

Sedangkan untuk konsumsi solar di Jawa Timur sendiri ada peningkatan sekitar 19 persen dari konsumsi normal. Hal ini berarti ada peningkatan konsumsi premium mencapai 6.288 kilo liter per hari dari konsumsi normal yang hanya mencapai 5.275 kilo liter.

“Untuk hari ini masih ada peningkatan konsumsi BBM meski tidak sebesar kemarin,” katanya.

Hal ini mengakibatkan beberapa SPBU sempat mengalami kekurangan stok premium maupun solar. Hal ini terjadi pada SPBU-SPBU yang terletak di jalur pantai utara. “Tapi hanya satu sampai dua SPBU saja,” kata Heppy.

Oleh karena itu, kata Heppy hari ini Pertamina akan menambah penyaluran premium sebesar 47 persen atau sebesar 14.612 kilo liter. Pertamina juga akan menambah penyaluran solar sebesar 62 persen atau sebesar 8536 kilo liter.

“Penambahan ini untuk recovery stock dan antisipasi lonjakan konsumsi BBM hari ini,” katanya.

Heppy kemudian menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik adanya kelangkaan BBM. Hal ini menurutnya hanya karena permintaan BBM yang meningkat pasca pemerintah menurunkan harga BBM kemarin.

“Besok kami prediksi sudah normal kembali,” katanya.

Harga premium akan diturunkan Rp 150 dari Rp 7.300 menjadi Rp 7.150 per liter. Harga itu berlaku di luar Jawa, Madura, dan Bali. Untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali, harganya ditambah Rp 100 sehingga menjadi Rp 7.250 per liter.

Sementara harga Solar turun dari Rp 6.700 per liter menjadi Rp 5.950 per liter. Berlaku untuk semua wilayah di Indonesia. (wh)