Konjen Jepang Beri Kuliah Umum di Untag

Konjen Jepang Beri Kuliah Umum di Untag
Yoshiharu Kato

Meskipun jumlah penduduknya hanya separo dari Indonesia, namun Jepang merupakan negara yang memiliki sumber daya manusia yang dapat dibilang di atas Indonesia. Hal inilah yang membuat mereka memiliki kesiapan yang sangat matang dalam menghadapi pasar bebas.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang dimulai sejak 20 Januari 1958 atau sudah berjalan selama 60 tahun dan hubungan tersebut saat ini menjadi semakin kuat. Itu dapat dicerminkan melalui banyaknya kerjasama yang dijalin antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Bahkan, saat ini kedua negara tersebut selalu bekerjasama dalam berbagai aktivitas internasional.

“Jepang dan Indonesia memiliki hubungan kerjasama yang sangat baik di berbagai bidang dan ini akan kami pertahankan dan tingkatkan lagi,” ujar Konsul Jepang Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Yoshiharu Kato, saat memberikan kuliah umum di Untag Surabaya (2/7/2015).

Kato juga menuturkan, banyak warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang. “Hingga 2014 saja terhitung 28.649 WNI yang ada di Jepang. Mereka semua bekerja di perusahan-perusahaan di Jepang, seperti perusahaan otomotif, rumah sakit (perawat), dan masih banyak lagi. Bahkan saat ini banyak sekali perawat-perawat Indonesia yang bekerja di Jepang” ujar konsul yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Dalam acara yang diselenggarakan di Meeting Room 2 Graha Wiyata Untag Surabaya tersebut, Kati juga menuturkan bahwa semakin kuatnya hubungan Indonesia dan Jepang juga terlihat ketika bencana tsunami yang melanda Negeri Sakura tersebut di mana saat itu sangat banyak perawat dan relawan dari Indonesia yang membantu korban tsunami.

“Saya terharu ketika melihat perawat-perawat dari Indonesia dengan semangatnya mau menjelajah ke lokasi-lokasi terpencil yang terkena tsunami. Selain memberikan bantuan mereka juga memberikan motivasi kepada warga Jepang korban tsunami,” ujarnya.

Banyaknya pertukaran pelajar, mahasiswa, dan budaya juga merupakan wujud semakin kuatnya hubungan Indonesia dan Jepang, Hubungan yang strategis yang saling menguntungkan inilah yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia, sehingga melalui hubungan ini Indonesia dapat mentransfer teknologi dari Jepang. Bagi mahasiswa agar dapat bersaing di era ini, maka harus menguasai bidang ilmunya masing-masing dan harus mempunyai tekad yang kuat.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. drg. Hj. Ida Aju Brahmasari, Dipl, DHE, MPA, menuturkan agar apa yang telah disampaikan oleh Yoshiharu Kato dapat diserap dengan baik oleh mahasiswanya. “Hal ini sangat penting bagi mahasiswa agar semakin membuka wawasan mengenai persaingan global terutama di Jepang, sehingga ini dapat dijadikan sebuah motivasi bagi mahasiswa,” ujar Brahmasari. (wh)