Konjen AS: Dunia Perlu Belajar Demokrasi Pada Indonesia

Konjen AS: Dunia Perlu Belajar Demokrasi Pada Indonesia
Konsul Jenderal AS, Joaquin Monserrate dan Chairperson Enciety Business Consult, Kresnayana Yahya dalam pembukaan pameran Picturing America di Gedung de Javasche Bank, Surabaya, Selasa (15/4/2014)

 

Penyelenggaraan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) yang dihelat 9 April 2014 lalu, mendapat perhatian dari Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu diam-diam mengagumi pesta demokrasi yang rutin digelar setiap 5 tahun di Indonesia. Kepada enciety.co, Konsul Jenderal Konjen AS, Joaquin Monserrate mengungkapkannya di sela-sela pameran Picturing America di de Javasche Bank, Surabaya, Selasa (15/4/2014).

Pameran karya seni dan foto antara abad ke-18 hingga abad ke-21 itu mengangkat kisah-kisah bersejarah Amerika Serikat. Mulai masa-masa sulit di era Perang Sipil, Great Depression, sampai era kebebasan berpendapat tahun 1943. Dari sana proses demokrasi di Negeri Paman Sam dapat dijadikan pelajaran.

Memang menurut Joaquin, Indonesia dan Amerika Serikat melalui fase yang tak jauh berbeda. Keduanya sama-sama menjalani dinamika demokrasi.

Saat ditanya, apakah ada pelajaran demokrasi AS yang bisa dipetik untuk demokrasi di Indonesia, ia berkata tidak. Namun sebaliknya, Joaquin mengatakan dunia lah yang seharusnya belajar dari Indonesia.

“No, justru dunia yang perlu belajar demokrasi dari Indonesia. Saya lihat pemilu kemarin, berjalan aman dan lancar,” ungkapnya. Jalannya pemilihan umum di negeri khatulistiwa ini, sambungnya, menunjukkan proses demokrasi yang patut dijadikan panutan.

Lalu bagaimana dengan praktik money politics yang masih marak? Joaquin lantas tertawa kecil. “Ah, semua pasti berproses menuju arah yang lebih baik, kok,” tandasnya singkat.(wh)