Konflik Yaman Picu Kenaikan Harga Minyakk Dunia

Harga Minyak Dunia Terdorong Naik

Harga minyak mentah di Amerika Serikat (AS) naik 3,6 persen ke level USD 49,21 per barel pada perdagangan Kamis (26/3/2015) pagi WIB. Pendorong Kenaikan harga minyak tersebut adalah pelemahan nilai tukar dolar AS dan juga koflik di Yaman.

Mengutip CNBC, Kamis (26/3/2015), nilai tukar dolar dan konflik Yaman tersebut menepis sentimen sebelumnya yang menekan harga minyak. Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak AS melemah karena Departemen Energi AS mengumumkan bahwa persediaan minyak mentah di AS terus mengalami lonjakan.

Nilai tukar dolar AS jatuh setelah data ekonomi mengenai pesanan barang tahan lama pada Februari mengecewakan para pelaku pasar. Melemahnya nilai tukar dolar AS tersebut membuat komoditas yang dijual dalam mata uang dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sentimen lain yang menekan harga minyak adalah konflik di Yaman. konflik tersebut menimbulkan kekawatiran keamanan pengiriman minyak dari Timur Tengah. Para analis melihat bahwa perang mungkin bakal pecah di Semenanjung Arab, yang merupakan lokasi beberapa tambang minyak terbesar di dunia. Hal tersebut mungkin terjadi jika Arab dan Iran ikut terlibat dalam konflik tersebut.

Sebelum dipicu sentiment konflik Yaman, harga minyak mengalami tekanan pada sehari sebelumnya. Pendorong pelemahan harga minyak tersebut adalah data yang dikeluarkan oleh Departemen energi AS yang menyebutkan bahwa persediaan minyak mentah di Amerika naik 8,2 juta barel pada pekan lalu sehingga menyentuh level tertinggi sejak tahun 1980. (lp6)