Komodo KBS Mati karena Pembekakan Jantung

Komodo KBS Mati karena Pembekakan Jantung

foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Jumlah populasi komodo di Kebun Binatang Surabaya (KBS) berkurang. Dari total 80 komodo yang dimiliki oleh KBS, ada satu hewan komodo jantan yang terdata dengan ID lokal KNS K-8 yang berusia 22 tahun,  ditemukan mati pada Minggu (24/5/2015) pukul 07.00 WIB. Total hingga kini masih ada 79 komodo di KBS yang masih hidup, baik jantan, betina maupun anakan.

Humas KBS Agus Supangkat membenarkan kematian hewan pra sejarah tersebut. Pihaknya sendiri usai kejadian langsung mengadakan otopsi guna mengetahui penyebab kematian hewan pemakan bangkai tersebut.

“Dari hasil otopsi medis ditemukan bila komodo bernama ilmiah Varanus komodoensis mati karena usia dan pembengkakan jantung,” tegas Agus kepada wartawan, Senin (25/5/2015).

Ia lalu menceritakan, sebelum pintu KBS dibuka untuk umum, penjaga kandang telah menemukan hewan komodo itu telah tidak bernyawa. Mengetahui hewan yang dapat berlari hingga 50 km perjam tersebut mati langsung diadakan otopsi.

Dari hasil otopsi diketahui ada dugaan pembengkakan jantung terjadi lantaran faktor usia yang menyebabkan menurunnya fungsi dan organ tersebut. Menurutnya, usia komodo maksimal adalah 15 tahun.

Dan untuk mengetahui penyebab pastinya, pihak KBS sendiri telah mengirimkan sampel jantung untuk di bawa ke lab Unair guna dilakukan penelitian.

“Usia komodo ini adalah 22 tahun, jadi mungkin kematiannya wajar. Namun lebih pastinya kami bawa ke laboratorium Unair dulu,” ujar dia. (wh)