Komoditi dan Pelabuhan Tak Terpengaruh Dampak Kelud

Komoditi dan Pelabuhan Tak Terpengaruh Dampak Kelud

 

Rusaknya lahan pertanian akibat pasca erupsi Gunung Kelud tidak membawa dampak bagi harga komoditi di pasar. Meskipun saat ini terjadi kenaikan harga barang, tetapi masih dalam kisaran di bawah 1 persen.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Budi Setiawan, Rabu (19/2/2014). Sepanjang erupsi ini tidak mengganggu komoditi meski banyak petani yang memanen dini seperti di Kediri, Blitar, Malang, dan Tulungagnung.

“Semuanya masih wajar, dan belum ada lonjakan harga. Kalaupun ada kenaikan, itu masih dalam batas normal karena masih dibawah satu persen, nilai kenaikannya,” jelas Budi Setiawan.

Dia menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan bila terjadi kenaikan harga komoditi di pasaran. Salah satunya dengan menerjunkan tim untuk mamantau sekaligus mengontrol harga komoditi. Selain itu, stok kebutuhan masyarakat juga masih relatif aman.

Budi lalu menyebut komoditi yang terdampak di tiga kota tersebut, kota lain juga mampu meproduksi kebutuhan pangan tersebut. Sepertio cabai, di Kediri gagal akibat erupsi Gunung Kelud, tapi Jatim masih memiliki Probolinggo, Ponorogo, Magetan dan Lumajang.

Aktivitas bongkar muat di sejumlah pelabuhan yang menjadi area kerja PT Pelabuhan Indonesia III juga tidak terkendala Gunung Kelud.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengatakan bahwa semua pelabuhan di wilayah  Kerja Pelindo III relatif lancar. “Aktivitas pelayaran dan kegiatan bongkar muat masih berjalan dengan baik. Kalaupun ada masalah, bukan dampak dari erupsi, melainkan cuaca. Tetapi sejauh ini cuacan masih bersahabat,” tandasnya.(wh)